Saturday, 14 January 2017

Paris in 3 days (Day 2 & 3)

15:44 0 Comments

Bonjour Romainville..
Sebelumnya, boleh dibaca kakak di paris-in-3-days-day-I

Hari ini kita baru gerak sekitar jam 10an pagi dari rumah.
Tiket Metro Zone 1-3 dan 1-4 (kiri) Tiket bus (kanan)

Day II Eiffel : See Paris from the top💃

La Tour Eiffel - Montamarte - Moulin Rouge

Makan siang di Belleville

Apalagi yang dicari orang Indonesia seperti kami kalau bukan nasi dan *sorry to mention* pork 😋


Chinese food tapi penjualnya bisa bahasa Prancis. Aneh. Sama kayak pertama kali dengar chinese peps di Surabaya tapi medok.😂

La Tour Eiffel


Tujuan utama ke Paris. 
Eiffel!!!! 
😻😻😻😻


Melihat menara Eiffel dari gambar-gambar di google seolah-olah dia hanyalah kerangka besi. Tapi pas melihat langsung, entah kenapa, menara Eiffel memikat mata, dilihat dari sisi manapun terlihat cantik dan menawan. Gak habis pikir,, applause to Gustava Eiffel 🙌🙌🙌🙌🙌 yang sudah merancang menara yang telah menghiasi kota Paris selama ratusan tahun. 

Daripada ngantri panjang untuk beli tiket masuk, kami sudah membeli tiket sebelumnya di planning to visit Eiffel?. Ada banyak variasi harga, mau pakai tangga atau lift, mau sampai lantai 2 saja atau sampai ke puncak, semua punya harga.

Tiket per orang untuk jadwal pukul 16.30.

Dan benar, untuk antrian  beli on the spot, antriannya mengular panjang ngalah2in antrian sembako 😪
Untung kami sudah mencetak tiket yang dibeli online, antriannya paling cuma 7 orang 😎😉

akses antrian untuk yang tiket online

Here we go..
karena di sini memang tujuan wisata utama, alias ikonnya Prancis, jadi suasana pun ramai banget. Tapi inget ya untuk tetap antri dan jangan main asal sruduk. Saya suka kesel tuh dengan pengunjung yang desak-desak gak sabaran, gak tau aturan, dan ada yang nyerobot antrian, mereka wisatawan dari salah satu negara di Asia Selatan. #nomention

Lift untuk mengangkut pengunjung Eiffel terletak di kaki-kaki menaranya. Dan pemberhentian pertama, lantai dua....tadaaaa...
Pemandangan dari lantai 2 💘
(gambar dari hasil jepretan sendiri, walopun banyak yang kayak gini di google :p)


Lanjut menuju sommet, berada di lift dari lantai 2 hingga ke sommet, deg deg an shay...soalnya tinggi banget dan kita bisa melihat kota Paris menjauh dari celah-celah kerangka menara. 
Sampailah di sommet!!
picture taken by random bule

Sebaiknya anda memakai jaket karena kecepatan angin yang tinggi di sommet.

WOW! cuma bisa mengucap syukur sama Tuhan, akhirnya bisa sampai juga di puncak Eiffel. Mimpi sejak 7 tahun yang lalu, akhirnya bisa terwujud. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. 
Soalnya, gak semua orang beruntung dari kecil udah pada berfoto di Eiffel. Lucky if you are one of them!:)

Ps. 
1. Guys, di sini ada place to kiss nya, fyi aja. 
2. Foto-foto di paris sebenarnya ada banyak, tapi pas aku udah pindahin ke laptop, trus karena suatu hal, laptop harus direset, sehingga data-data hilang gak sempat di backup :(


Turun dari Eiffel dengan pengalaman menakjubkan, kita lanjut jalan ke Trocadéro garden yang terletak di seberang menara Eiffel. Di taman ini kita beli macaroon, crepes dan cappucino untuk dinikmati sambil ngobrol santai. Indahnya liburan. Salah satu keuntungan gak ikut trip-trip dari travel ya begini, kita bebas mau santai kapan saja, menikmati sore hari di mana saja dan gak diburu waktu.


Montmarte


Bukit Montmarte menyajikan pemandangan keindahan matahari terbenam di kota Paris dengan ketinggian bukit 130 m di atas permukaan laut. Cukup duduk santai dan melihat aktivitas Parisienne.



Gereja Hati Suci Paris atau Sacré-Cœur Basilica yang terletak di bukit Montmarte, menjadikan gereja ini terletak di daerah paling tinggi di Paris.
Untuk mencapai bukit ini, kita menggunakan tiket metro mobilis zone 1-3 all day (yang awal sudah dibeli), jadi gak lelah naik tangga.

Fyi, di sekitar jalan menuju Montmarte, banyak kios yang menjual souvenir Prancis dengan harga affordable.

Moulin Rouge

Voulez-vous coucher avec moi ce soir?🎤

Ingat lagu Lady Marmalade? Atau film Moulin Rouge tahun 2001?


yep. Tempat hiburan malam ini, bisa dikatakan daerah red light district.
Moulin Rouge adalah yang paling terkenal seantero dunia #tsaaah 
Moulin artinya kincir, Rouge artinya merah (harfiah)
Moulin Rouge merupakan pertunjukan kabaret, yang dimulai sejak masa Prancis berjaya di bidang seni, yang disebut La Belle Epoque. 
Tiba2 ada paris couple nimbrung mau foto bareng. Duh kak, untung gak kepegang abangnya. 😃

Day III : Chateau de Versailles💃


Siapa yang tak kenal dengan Marie Antoinette? Istri dari Louis XVI, yang terkenal akan hidup foya-foya dan membiarkan rakyat Prancis hidup dalam kemiskinan. Kita akan mengunjungi istana, dimana ratu pop tersebut menghabiskan masa hidupnya dalam kemegahan.

Chateau de Versailles.
Menghabiskan hari dengan menikmati istana termegah di Prancis dengan interior yang spektakuler dikelilingi taman yang super luas dan apik di Istana Versailles. Sebuah istana yang dibangun oleh Louis XIV yang sering dikenal dengan The Sun King sebagai simbol monarki absolut pada area seluas 800 hektar.
Pintu depan

Karena cuaca yang cerah dan kami akan menghabiskan seharian dengan berjalan kaki menelusuri kemegahan Versailles, kami berpakaian santai dan memakai running shoes dan berbekal chips dan botol air minum ;)

Sebelumnya, silahkan membeli tiket di http://en.chateauversailles.fr/homepage


Kami berangkat dengan metro mobilis zone 1-4, naik tram kemudian RER C5 karena letaknya yang di luar kota Paris. Sesampainya di stasiun Versailles River Gauche, kami langsung jalan menuju Versailles. Di pintu masuk, dengan menunjukkan tiket yang sudah kami beli, kami diberikan dua buah peta lipat dan audioguide. Jangan lupa bawa headset ya, agar dengerin audioguidenya makin jelas.

peta istana dan taman (tetap bingung) serta audioguide

Audioguide. Jujur ini pertama kalinya kami menggunakan audioguide, terpukau dengan kecanggihan audioguide. Jadi, setiap masuk ke suatu ruangan, audioguide akan otomatis memutar penjelasan mengenai sejarah interior di ruangan tersebut. Canggih! *katrok haha
Istana yang megah, terlalu besar untuk ditangkap kamera
Setelah menjalani istana, gak kebayang mevvahnya hidup bangsawan Prancis pada masa itu. Interior yang megah, lukisan dan tempat tidur yang besar, ruangan dengan hiasan kaca dan chandelier ditopang dengan pilar-pilar menakjubkan. 

Saatnya ke taman dan menikmati cerahnya hari atau sambil duduk santai menonton fountain alias air mancur. Oke, sampai2 kita lumayan “law of diminishing return” karena dimana-mana air mancur, lama2 wes biasaaaa :p
Kita gak mengunjungi semua air mancur, karena terlalu luas dan sudah pegal. Kita hanya memilih beberapa fountain yang tenar seperti Apollo’s Fountain (paling besar), mirrorr pool, saturn fountain dll yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu.

Saturn fountain (atas) Apollo Fountain (bawah)
Indahnya liburan. Kegiatannya hanya jalan santai menikmati cerahnya hari, bau-bau taman dan memanjakan mata dengan dercikan air mancur.

Akumulasi The Walkday di kota Paris hari pertama + tetap jalan kaki di sekitaran Eiffel dan menuju Montmarte + keliling Chateau de Versailles hari ini berhasil membuat kaki pegal dan kami memutuskan untuk okey, sampai di Apollo ini saja lalu balik lagi ke halaman depan. 
Padahal di ujung fountain ini, ada istana kecil Marie Antoinette😿

End of story bertualang di Paris selama 3 hari. Besok harus bangun pagi, mau naik bis ke Belanda.

Back to pertanyaan awal :
Mari kita buktikan, apakah kota Paris benar-benar romantis?💕

jawaban menurut saya : Yes Yes exactly!

Catatan kecil :
  1. Beli tiket online dan cetak tiket kalau kamu mau ke Eiffel dan Versailles
  2. Pakai sport shoes selama di Eropa, biar gak pegel.
  3. Sunglasses is a must. Jacket is a must too. Walaupun siangnya gak pakai, malam pasti dingin.

God bless you :)


Friday, 13 January 2017

Paris in 3 days (Day I)

19:29 0 Comments


Prolog.

Setelah berbulan-bulan mengumpulkan niat dan membuang kemalasan, inilah cerita eurotrip kami. Sebelumnya, untuk summary perjalanan dan rincian itinerary bisa kamu baca di ke-eropa-dengan-20-juta-selama-17-hari 


Hope you enjoy this very short story. 😊

Tiba di Paris : Roissypole-Gare. Seneng banget ya senyumnya.
Datang bawa backpack, pulang bawa koper.
Peta menuju  stasiun terdekat di Charles de Gaulle Airport. Bingung kan? sama.

Day I : The walkday 💃

Pompidou-Louvre-Tuileries-Concorde-Petit Palais-Champ-elysees
Notre Dame-Shakespeare&Co-Pont des art- Academie National de Musique

Mari kita buktikan, apakah kota Paris benar-benar romantis?💕


Hari pertama, puji Tuhan musim semi hari ini cerah dan langitnya biru. Kota Paris adalah kota yang kamu tinggal jalan lurus aja terus akan bertemu dengan tempat-tempat wisata. Melewati banyak museum yang antriannya panjang. Untuk orang yang bukan pecinta museum seperti kami, kami hanya berfoto di depannya saja. Biar sah.
Kami menginap di rumah house fam Martha yang berlokasi di daerah Romainville. 
View dari roof top bedroom.

Setelah membeli sarapan berupa croissant dengan credit card - oke ini aku sempat kaget, karena warung kecil aja sudah bisa pakai CC- kita naik bus dulu ke stasiun metro terdekat : Mairie des lilas. Beli tiket Metro mobilis zone 1-3 all day (rincian harga bisa dilihat di ke-eropa-dengan-20-juta-selama-17-hari)

Centre Georges Pompidou

Museum yang berada di daerah Beaubourg ini terkenal akan keunikannya karena di-desain dengan pipa-pipa dan tangga yang biasanya berada di dalam gedung, kini berada di luar gedung.

Musée du Louvre


Museum Louvre adalah museum terkenal yang dengan bentuk segitiga dan (katanya) menyimpan Lukisan asli "Monalisa" karya Leonardo da vinci. Kalau ada kesempatan dan waktu yang panjang, aku ingin masuk ke dalam museumnya 😏😏


dengan selfie stick
Difotoin temen

Tips mendapatkan foto yang pas : berdirilah di atas tumpuan beton yang disiapkan. 



Jardin des Tuileries

 
Kerumuman orang yang menikmati cerahnya hari..termasuk patung ini👍

Amorano
Bersantai dan menikmati es krim paling terkenal di taman Tuileries : Amorano. Abang-abangnya jual pake food truck.
Jadi pesannya gini : un vanilla blablablabla, s’il vous plait.
Kayaknya kalau ditunjuk-tunjuk doang pakai jari, abangnya juga bakal ngerti kok kamu maunya apa :p


Panorama di salah satu sudut Tuileries

Place de la concorde

Sumber air minum gratis. Lumayan, air minum di sana sebotolnya sampai 2 Euro dan tidak enak.

Place de la concorde adalah alun-alun utama dan terluas di Paris yang terletak di antara Champ-elysees dan Tuileries. Tugu difoto dikenal dengan nama Obelisk (Obelisk dalam bahasa Yunani artinya monumen tinggi, ramping bersisi empat yang dimahkotai puncak berupa piramida), setinggi 23 meter dan berusia 3.300 tahun.












Petit Palais

Museum yang free entrance dan gak ada antrian, jadi kita masuk saja 😉
entree gare


Di seberang Petit Palais ada Grand Palais, fashion show dunia sering menyelenggarakan event di Grand Palais. Contoh Victoria Secret Fashion Show Paris 2016 yang baru-baru saja digelar.

Champs-elysees

Aux Champs-Elysées ♪♪♪
Berjalan kaki menelusuri avenue des Champs-Elysées dan berfoto di Arc de Triomphe. Sebuah gerbang kemenangan yang didedikasikan bagi para prajurit Prancis ini dibangun pada tahun 1806-1836.

Notre Dame

terletak di daerah ile de la cite.

Notre Dame adalah katedral terbesar yang dibangun pertama kali di Paris sekitar tahun 1163.
Selama ini aku mengagumi kemegahan Katedral di Jakarta Pusat, tapi kemudian aku melihat Notre Dame. Keindahan arsitektur menjadi saksi ratusan tahun megahnya kehidupan gerejawi di Eropa. Tapi sekarang, gereja-gereja besar hanyalah pajangan untuk turis, atau sekedar diisi oleh orang-orang yang sudah tua untuk beribadah.


Shakespeare & Co


Masih ingat karakter Jesse dan Celine (Ethan Hawke dan julie Delpy) bertemu kembali di scene film “Before Sunset”?

Yep. toko buku Shakespeare and Company.
Tapi sayang, dilarang mengambil foto di dalam toko buku ini.
Kami melihat jejeran koleksi buku antik dan di lantai dua ada sebuah bilik kecil sekali tempat kita bisa menulis apapun pada sebuah kertas lalu ditempel di dinding bilik. Ada yang menulis di atas kertas bahkan dengan struk belanja.  Saya hanya membaca tulisan-tulisan asing di bilik itu, rata-rata berisi harapan.
anyone want to read this carefully?

Saran: Bawa kertas dan pulpen

Pont des art

Setelah menelusuri sungai Seine yang indah (asli sungainya indah) kami menikmati senja di Pont Des art. Senja teromantis dan termelankolis..bawaannya baper...
Sudah jam 8 pm lewat dan masih terang
 Duduk ngemil santai di jembatan, melihat orang lalu lalang, melihat pasangan saling beradu kasih, sambil mendengar musisi jalanan khas Paris. Indahnya liburan. 😊


Sambil menunggu hari gelap, which is jam 8 aja belum gelap, padahal mau ke Academie de Musique yang punya cahaya lampu sorot kalau gelap malam.

Kebayang deh orang Paris pacaran mungkin hemat banget ya :
Boy : yuk yang pacaran.
Girl : Kemana?
Boy : Ke jembatan Pont Des Art....
Aeelah, di Jakarta orang juga pacaran di jembatan layang, tapi bedaaa banget haha

salah satu contoh yg bikin melow :( call us conservative, this is sweeeet!❤❤❤❤

Academie National de Musique

dari malam yang masih terang


sampai malam yang udah gelap. 
Dan hari menggelap pada pukul 10 malam, saatnya menikmati kemilau lampu dari gedung seberang yang menyoroti kemegahan Academie National de Musique.


Tadaaaa...
Duduk sambil makan chips dan menikmati alunan lagu dari para musisi.

Karena anti dengan postingan panjang, part pertama sampai di sini dulu yess..
Day II & III nya di https://keep-wanderlust.blogspot.co.id/2017/01/paris-in-3-days-day-2-3.html
God bless you.

Saturday, 24 September 2016

Tips pemula mengajukan Visa Schengen : bagaimana jika ditolak?

20:58 7 Comments
Pengalaman mengajukan Visa Schengen di Kedutaan Belanda.


Salah satu persiapan pergi ke luar negeri adalah membuat Visa.
Berkunjung ke Eropa, cukup dengan satu  Visa : Visa Schengen! (kecuali UK)
Schengen berlaku untuk Belgia, Denmark, Jerman, Finlandia, Perancis, Yunani, Italia, Luxemburg, Austria, Portugal, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Islandia, Malta, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Slovenia, Slowakia, Ceko, Swiss, dan Liechtenstein.
Bisa di cek di website Kedutaan Belanda
Kenapa di Kedutaan Belanda?
mudah, cepat dan murah dalam mengeluarkan Visa Schengen.
Kapan? 3 bulan sebelum keberangkatan 
(berangkat Mei, saya membuat Visa bulan Februari haha) 
Sebenarnya, paling lama 2 minggu sebelum keberangkatan, tapi saya pengen cicil satu-satu tuh list persiapan trip ☺

4 Langkah membuat Visa Schengen:
1. Membuat appointment dan print lembar appointment
Lembar appointment yang masuk ke email


2. Check list dokumen yang harus dibawa
Lampiran appointment

2.1. Passport (pastikan nama di passsport sama dengan nama di booking tiket dan pesawat)

2.2. Foto : Foto on the spot Rp 50,000 untuk 3 lembar pass photo.

2.3.  Visa fees : bawa uang cash sekitar Rp 850,000

2.4. Schengen Visa Application Form seperti yang terlampir di email dapat diisi langsung pada PC dan print. 
2.5. Insurance
Sudah rahasia umum kalau tidak ada yang ngalahin efisien dan efektifnya AXA smart traveller. Silahkan diajukan online di https://www.axa-insurance.co.id/22/bhs/personal-insurance/travel/smarttraveller dengan premi pada saat itu Rp 763,070.

2.6. Flight reservation. (bookingan aja is okay kok, gak harus issued tiket)

Timbul pertanyaan : 
Visa dulu atau tiket dulu? Kalau Visa dulu, belum tentu dapat tiket semurah harga pada saat itu. Kalau tiket dulu (apalagi yang promo), belum tentu visa diterima.
Kalau saya mah Tiket dulu! KUL-CDG (Paris) dan return FCO(Roma)-CGK.
TETAPI karena : 
a) flight saya tidak menunjukkan tujuan Belanda 
b) Saya belum memesan tiket bus Paris-Belanda (bukti yang menunjukkan tujuan Belanda) 
c) Belum punya dokumen tiket bus antar negara. Lalu bagaimana?
Tips. Dummy Booking tiket PP CGK-AMS-CGK. (asumsi selama 17 hari, saya di Belanda)
Kalian bisa juga ke travel agent untuk booking dengan time limit yang lama, pastinya ada bayaran booking sih untuk si travel agent
Nah, kalau misalnya nih saya tetap melampirkan tiket KUL-CDG-FCO-CGK saya, maka saya juga harus melampirkan tiket-tiket transportasi antar negara tersebut dan booking penginapan di setiap negara, SEMUANYA, bisa tebal setebal skripsi.

2.7. Financial means
a) Buku Tabungan difotokopi aja cukup. Gak perlu rekening koran yang dicetak berbayar itu :)

“ Jika pemohon visa membiayai sendiri perjalanannya maka maka diwajibkan mempunyai minimal €34 perhari”

Total perjalanan saya adalah sekitar 17 hari, dengan asumsi membutuhkan dan sekitar 8-9 jutaan lah. Sebenarnya itu aja cukup, jika berdasarkan keterangan yang diberikan pada website. Tapi karena terlalu banyak browsing blog orang haha akhirnya saya memutuskan untuk menaruh lebihhh banget dari itu ;)

b) Surat keterangan bekerja
c) Surat Keterangan Penghasilan

2.8. Hotel reservations
BOOKING.COM, booking tanpa ada biaya cancellation fee.

Saya booking penginapan di Belanda Selama 17 hari, walaupun kenyataannya saya tinggal di house fam teman, hostel, airbnb dan rumah keluarga. 

Maaf ya, gak jadi nginap di hotel kamu :(



Bawalah berkas berurutan dengan Lempar Appointment di halaman pertama dan PENA.

Daftarkan diri pada petugas security, lalu foto di tempat yang sudah disediakan. 
Mereka akan memberikan lembar biru berisi catatan perjalanan yang harus kita isi. Saya membuat perjalanan saya di Belanda dan Belgia (tidak perlu menginap, biar dapat multiple) dan tanggal perjalanan. 

Hari-H jangan lupa membawa berkas, visa, dan uang tunai.


3. Wawancara dan pengambilan sidik jari.
Sesuai dengan timing appointment, saya datang lebih pagi.
Setelah nama saya dipanggil, tas dan HP wajib ditaruh di dalam loker.
Di ruangan dalam akan diberi nomor urut lagi dan menunggu. Agak garing ya kalau menunggu tapi gak bawa Smartphone. Akhirnya celingak-celinguk kalau sendiri, kalau berdua ama teman (saya kemarin berdua bareng Corry partner-in-vacation) masih seru bisa ngobrol bisik-bisik sambil deg-deg an dan menyepakati jawaban dari pertanyaan yang memungkinkan.

*berikut transkrip wawancara saya, sembari mbaknya memeriksa dokumen.
Mbaknya : Mbak Yopita sudah pernah ke luar negeri sebelumnya? 
Saya : Belum mbak, makanya passportnya kosong hehe
M : *senyum* Mau ngapain ke Belanda?
S : mau liburan mbak.
M : kenapa Belanda?
S : soalnya dari dulu saya udah pengen ke sana, tapi nabung dulu.
M : berapa lama?
S : sekitar 17 hari, tapi saya mau yang multiple ya mbak
M : iya biasanya untuk yang baru mengajukan dikasi 30 hari mbak.
M : di sana ada teman?
S : berdua sih sama teman saya, tapi di sana juga ada teman saya lagi kuliah.
M : kenapa gak nginep di tempat temannya aja?
S : Takut ngerepotin mbak hehe
M : kementerian Keuangan ya mbak?
S : iya.
M : kita ambil sidik jarinya dulu ya mbak..

Kira-kira begitulah. Dan saya salut ama mbaknya, ramaaaaaaaaah banget dan penuh senyuman ☺ Jadinya saya tidak grogi ☺
Lalu antri untuk membayar visa dan mendapatkan receipt serta lembaran pengambilan visa beserta tanggal dan jam pengambilan, 5 hari kerja.

T untuk Tourist


4. Pengambilan visa
Sesuai dengan tanggal dan jam pengembalian yang ada di lembar pengambilan yaitu 3 sore, saya pun datang ke Kedutaan Belanda -> lapor ke satpam -> ngantri -> nama dipanggil. Prosesnya cepat banget.
Partner jalan saya yang tinggal di Pontianak, membuatkan surat kuasa biar saya bisa mengambil visa dia.
Done!
Kalau visa udah di tangan itu rasanya legaaaaaa banget ☺


Catatan kecil.
1. Sebelum visa sampai ke tangan, jangan cancel booking apapun.
Sebenarnya visa saya pertama kali kemarin ditolak. Dengan pedenya saya pikir itu visa udah diterima, sehingga setelah balik dari wawancara, saya langsung cancel booking hotel..entah kenapa...I know i know, I was stupid at that moment :p
Akhirnya saya dapat surat penolakan ini dalam bahasa Belanda, intinya ada di page akhir dengan bahasa Inggris.


"Your hotel reservation has lapsed."

Well..lalu apa yang dilakukan kalau visa ditolak?
ya diajukan lagi :) Don't worry

Saya langsung bikin appointment dan mengulang langkah yang sama..gak ribet sih, cuma rugi 850ribu lah ☹ mayan duit itu..
Syukurnya visa Corry diterima, mungkin si pemeriksa visa dia gak nge-cek sampai ke hotel kita..sungguh beruntung ☺

PS. Ketika saya datang ke dua kalinya ke embassy, ada bapak-bapak pakai seragam PNS (tidak bisa disebutkan nama kementeriannya) marah-marah sama mas-mas petugasnya, soalnya visa boss dia ditolak dan minta balikin semua dokumen2 pas ngajuin kemarin. 
Tapi, tidak bisa, karena memang sejak awal di website dikatakan bahwa
"Apabila visa ditolak, dokumen yang sudah disampaikan tidak akan dikembalikan ke pengaju"
Dari hasil nguping, kayaknya boss dia diundang, nah surat undangan asli sudah ikut dilampirkan ke embassy. 
Terus kalau ingin mengajukan lagi, pakai apa dong? Mungkin dia bingungnya begitu ya..kasian.. Tapi sampai bersitegang dengan petugas dan diusir satpam. Duh, maluin PNS aja :( Inget, ATTITUDE ya guys..

2. Pastikan nama di booking hotel tertera nama kalian jelas!
Jadi, waktu saya bikin visa kedua kali, kenalanlah dengan Mbak Shella, singkat cerita dese satu almamater kampus, di bawah naungan kementerian yang sama, dan berencana euro trip juga spring ini.
Kasusnya, di lembar booking hotel dia hanya tertera nama teman jalan yang melakukan booking hotel, walaupun ditulis jelas bahwa itu kamar untuk tiga orang (termasuk untuk dia). Tapi kan tetap aja, nama Mbak Shella tidak ada di lembar booking tersebut, tidak punya bukti cukup bahwa dese akan menginap di hotel itu ~
Syukurlah ada Mbak Shella, jadi saya punya teman ngobrol dan bertukar itinerary ke Europe :D


Puji Tuhan...mamakk, anakmu loh jadi ke heropah :)
banyak rahasia di antara kita

UPDATE : 
Sekarang, mengajukan visa Schengen di Kedutaan Belanda sudah di-direct ke www.vfsglobal.com
Semoga tidak jauh beda ya dengan yang saya posting.
Semoga bermanfaat dan visanya segera sampai di tangan! :)

UPDATE 5 April 2017 :
Mengurus Visa Schengen Kedutaan belanda di VFS Global klik link ini
http://keep-wanderlust.blogspot.co.id/2017/04/pengalaman-mnegurus-visa-schengen.html


Monday, 18 July 2016

Ke Eropa dengan 20-an juta selama 17 hari! (in summary)

00:36 95 Comments
Hello :)
Bonjour :)
Ciao :)
Guten morgen :)

Praise the Lord!! Akhirnya kesampaian juga :')

Budget and Itinerary Euro Trip Spring 2016!
Euro trip adalah impian saya sejak kuliah dan baru kesampaian setelah kerja ft. gemar menabung.
Saking kepinginnya entah kesambet apa, saya tuh mesan tiket ini sendiri loh. Yap! Awalnya pengen euro trip sendiri aja a.k.a solo traveller, saking pengennya. Takut kelamaan  kalo nanya2 orang lain mau ikut apa enggak, entar tiketnya keburu naik hehe. 
Plus, I am a social butterfly, I guess I can make friends while travelling.

But 3 months after I bought the ticket, I asked my 4 bestfriends if they want to join me.
One in! Akhirnya, trip ini saya lakukan berdua aja bersama teman kuliah dulu plus sekontrakan hampir 4 tahun, Corry !

Pengennya bikin tulisan  lengkap panduan euro trip, mulai dari persiapan, pemesanan tiket, cara bikin visa, cara nabung, tips dan trik, trus mungkin tulisan menghadapi jetlagged, review bus antara negara, aplikasi yang berguna bahkan cara mendapat cuti panjang *kibas poni* hahaha.
So that I have to stop being 'coach potato' and start writting :) 
Udah banyak list, namun di thread yang ini saya akan bikin summary aja ya sebagai bahan renungan.
Selengkapnya akan diposting satu-satu :)

Dua pertanyaan yang paling banyak ditanyakan adalah :

1. Habis budget berapa?




2. Kemana aja? Bagi itinerary dong :)



catatan kecil.
Beberapa hal yang membuat perjalanan ini hemat :
1. Tiket Promo Etihad IDR 7,3jt PP yang dibeli 6 bulan sebelum terbang. Silahkan cek di skyscanner untuk pilihan penerbangan termurah.
2. Di Paris, kami tinggal di rumah house fam teman saya yang sedang au pair.
3. Di Swiss, kami tinggal di rumah keluarga tante saya dan diberikan Swiss travel Pass.
4. Megabus Brussel-Belanda hanya GBP 1! Sering-sering cek pilihan transportasi dengan Aplikasi GoEuro.
5. Bila ingin rincian lengkap budget, silahkan tinggalkan comment ^_^

..to be continued..

Update :
Cerita selama di Prancis  bisa dibaca di Paris in 3 days day I
Cerita selama di Belanda bisa dibaca di Spring in Netherland
Cerita selama di Swiss bisa dibaca di Jalan-jalan di Swiss
Cerita selama di Jungfraujoch Switzerland bisa dibaca di Jungfraujoch-Ciao from Top of Europe
Tips membuat Visa Schengen bisa dibaca di Tips Pemula Mengajukan Visa Schengen
Cerita selama di Roma bisa dibaca di jalan jalan ke Italia mengintip puing