Saturday, 14 October 2017

Itinerary London 4 hari


My first impression about London: London itu seperti rujak! Gak cuma ada mangga, tapi ada pepaya, bengkoang, dan jambu biji. Begitulah keanekaragaman ras orang yang hidup di sana. Kebanyakan adalah ras Caucasian, Tionghoa dan tentu saja India. Selain Belanda, saya juga menjumpai banyak orang Indonesia di London.

Baca juga : Sebelumnya di Edinburgh
Transportasi di London
Oyster Card 
Oyster Card #junjunganque
Harga : mulai £15 dengan saldo £10 dan deposit £5
Oyster Card adalah kartu ajaib dengan konsep pay-as-you-go, Oyster Card bisa digunakan untuk transportasi bus, tube (kereta listrik), tram, DLR dan Overground. Kartu ini mirip dengan uang elektronik seperti Flazz, Tap cash, e-money yang kita gunakan untuk naik KRL atau Transjakarta. 
Kalau saldo-nya sudah hampir habis, bisa di top-up di mesin mandiri yang disediakan di semua stasiun. Top up bisa dilakukan dengan menggunakan uang kertas poundsterling.
Penampakan di pagi hari, High Street Kensington Underground Station. Nah, kalau melihat tanda lingkaran merah seperti itu, artinya Underground Station ya.

Berdasarkan pengalaman dan kebutuhan, kami lebih sering menggunakan Tube dan jalan kaki. Untuk tube, selama di sana, kami hanya menggunakan jalur Circle, District dan Piccadilly. Jangan khawatir, peta transportasi di London hampir sama seperti peta Transjakarta namun dengan versi yang lebih komplit. Tidak susah kok untuk memahaminya. Langsung praktek di sana aja ya. Gampang, beneran deh yang penting sudah tau tujuan terlebih dahulu.
 Peta ini bisa diunduh di https://tfl.gov.uk/maps/track/tube
Recommended hostel
Safestay London Kensington park
Harga : sekitar IDR 350,000 per malam per orang untuk mixed dorms 30 sleep.
Sarapan buffet disediakan dengan harga £4,5 per orang. Opsi lain, bisa juga beli roti, pisang dan susu di luar cuma ngabisin £2. Silahkan booking di Hostel World
sumber : https://tripvena.com/en/safestay-holland-park/133845316/bed-in-24-bed-dormitory-room.html

Lokasi hostel yang didominasi warna ungu ini, sangat strategis dari Victoria Station naik tube turun di High Street Kensington Station lalu berjalan kaki. Hostel ini murah, bersih, pelayanan okey (lebih okey Castle Rock Hostle di Edinburgh sih), ada ruang berkumpul dan tempat billiardnya. Dari hostel bisa langsung melihat pemandangan Holland Park yang aduhai alias banyak mas-mas dan mbak-mbak Eropa yang berjemurπŸ˜‚

Day I :
πŸ“Kensington Palace
Download peta Kensington garden di sini.
Cukup berjalan kaki di siang yang terik ke Kensington Palace. Musim semi benar-benar memberikan kesempatan bagi matahari untuk memancarkan pesonanya. Saking panasnya adalah turis yang pakai payung, padahal se-Kensington gak ada yang pakai payung. Dasar Asia!πŸ™ˆ Panasnya seperti panas Medan soalnya, gak usah pala sok-sok kali berjemur yee kan.
Kensington Palace (baca : Kenzingten - e pertama seperti e pada lele dan e kedua seperti e kesemek)
Istana Kensington terkenal saat menjadi tempat tinggal setelah Prince Charles dan Princess Diana menikah. Meskipun masih menjadi tempat tinggal beberapa bangsawan, Istana Kensington kini juga menjadi museum terbuka untuk publik.  Kalau tertarik dengan kehidupan dan sejarah tentang fashion Lady Diana, Anda bisa membeli tiket di sini . Harga tiket dewasa £15,5, buka dari 10.00-18.00.
Patung Queen Victoria di depan Kensington Palace.
Di depan Istana Kensington, terdapat Monumen Patung Queen Victoria. Patung marmer ini menggambarkan coronation Queen Victoria menjadi Ratu Kerajaan Inggris di umur 18 tahun. Lebih lanjut, dengarkan kisah tentang Queen Victoria melalui device anda dengan membaca barcode yang disediakan di depan patung.
Di siang hari itu, kami menghabiskan waktu bersantai di taman Kensington, seperti penduduk lokal lainnya.
Suasana di Kensington Garden, bebek-bebek yang berenang dengan damai.

πŸ“Royal Albert Hall
Penggemar teater atau konser? Pasti pernah mendengar tentang Royal Albert. Gedung konser besar ini, terletak di Kensington.
Sebelum bertandang ke sini, cek dulu website Royal Albert Hall, siapa tau ada pertunjukan menarik pada saat tanggal kedatangan Anda. Ada yang berbayar, ada juga yang gratis.
sumber : https://www.royalalberthall.com
Day II : 
πŸ“Buckingham Palace
Kami di depan Buckingham Palace. (baca : Baking'em, begitulah kira-kira Londoners) 
Buckingham, guyss!! Buckingham!!Betapa bahagianya akhirnya bisa melihat langsung istana yang biasanya dilihat di televisi tabung sejak kecilπŸ˜‚
Menuju Buckingham, kami naik tube dari High Street Kensington ke St. James Park, kemudian berjalan kaki. Tujuan utama ke Buckingham Palace adalah melihat prosesi pertukaran penjaga a.k.a Guard Changing setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 11 siang, tapi sayang sekali hari itu tidak ada guard changing ceremony.
Jadwal guard changing bisa dilihat di sini.

Tuh kan, no guard changing today..eta teh naon, si mas penjaganya malah sadar kamera.

πŸ“Westminster Abbey-Parliament House-Big Ben 
Pesan dari sponsor (Faya & Tere yg katanya masih available dan berpesan 'Grab them fast'): makan siangnya di cafe Wesley's Grab&Co yang terletak di seberang Westminster Abbey. 
Upacara pernikahan Prince William dan Kate Middleton bak kisah dongeng berlangsung di Westminster Abbey. Cukup ditempuh dengan berjalan kaki dari Buckingham Palace.
House of Parliament, pusat pemerintahan Inggris. Dulunya sebagai Istana Westminster, tapi sekarang dijadikan tempat bertemunya House of Lords dan House of Commons. It where parliament happens. The Lords itu levelnya di atas Menteri. They have their final say on new laws. Ibaratnya DPR dan jabatan menteri.
House of parliament & Big Ben di Victoria Tower. Btw, semua serba Victoria ya di London ini. Sungai ini adalah Thames River dan Westminster Bridge-nya.

Big Ben!!!! Sampai juga anakmu di sini, makπŸ˜‚ Jam raksasa empat sisi terbesar keempat di dunia. Jam super besar ini menjadi icon London, kamu bakal sah ke London bahkan Inggris kalau sudah berfoto di depan Big Ben. Setiap 15 menit sekali, Big Ben berdentang.  Tapi, sejak Senin 21 Agustus 2017, Big Ben akan berhenti berdentang selama 4 tahun, karena ada renovasi. Beruntungnya kami, ke London saat Big Ben masih berdentang.
Tips berfoto bagus untuk mendapat view Big Ben adalah dari Westminster Bridge. Selalu berhati-hati di area ini dan jaga barang bawaan Anda, karena sangat banyak pengunjung di Westminster.

πŸ“Thames River & Westminster Bridge
Kalau Paris punya Sungai Seine, maka London punya sungai Thames. Warna sungai Thames sungguh cokelat, karena sungai ini menjadi jalur kapal-kapal dagang sejak zaman perang dunia.
Salah satu jembatan yang membelah Thames River adalah Westminster Bridge yang terletak di belakang Istana Westminster. 
Foto ini (walaupun miring karena Faya yg ambil fotonya), saya dedikasikan untuk Mas Aka yg sudah mau jauh-jauh datang ke London buat nemanin kita jalan. Sukses studynya di UK ya mas!

πŸ“Tower Bridge
Kalau ingat film Wonder Woman terbaru yang diperankan Gal Gadot, pertama kali dia tiba di London dengan kapal yang menelusuri sungai Thames dan diperlihatkanlah Tower Bridge yang kokoh. Dan saya masih ingat Tower Bridge ini pernah menjadi cover buku pelajaran Bahasa Inggris waktu saya kelas II SMP, akhirnya sampai juga di siniπŸ˜‚
Tower Bridge, kokoh berdiri sejak 1894. Jembatan ini bisa diangkat kalau ada kapal yang ingin melintas di bawahnya.
Untuk menuju Tower Bridge, kami menumpangi Tube dari Underground Waterloo turun di Tower Hill. Setelah berfoto dan melewati Tower Bridge dengan berjalan kaki, kami pun menyempatkan diri untuk mencoba jajanan lokal, caramel nut seharga £2. Banyak gerobak yang menjual kacang panas, ibarat cilok lah, lengkap sudah perjalanan ala Londoners.

πŸ“Primark-belanja puas harga murah!
Kehabisan baju? beli di Primark, basic tee cuma £2. Tas putus akibat kelebihan beban, beli aja di Primark backpack lucu cuma £7. Belum lagi baju-baju murah lucu lain yang gak bisa dibeli karena yakin koper gak kan muat. Ada juga kosmetik yang semua serba £1. Gak ngerti lagi lah, kalap di Primark. Oleh-oleh mending beli di sini aja, ya gimana namanya juga yang dibawain kan bukan satu dua orang yeee kan.
Aku betah lah hidup di London yang katanya 'mahal', selama ada Primark, aku pasti bisa bertahan hidup. #andalanque
πŸ“China Town
Akhirnya makan enak haha. China Town itu artinya ya makan enak, makanan asia yang ada nasi, sup, daging ayam panggang dengan cita rasa Asia. Puji Tuhan..
Selain itu, ada juga ALL TIME FAVE RESTO : CHOPSTICK! Letaknya di depan King Cross Street Station. Wajib dicoba.
Sempat terpikir, apa aku buka Babi Panggang Karo aja ya di London? Pasti banyak yang suka apalagi kalau pakai andaliman.
Memang makanan Asia paling kaya akan rasa, ya kak bang?
Day III :
πŸ“Buckingham Palace 
Karena kemarin gagal melihat Guard Changing Ceremony, kami pun mencoba peruntungan lagi. Dan ternyata gagal, there is no guard changing that day. Apa ini artinya aku harus kembali lagi ke London?
Patroli pangeran berkuda di sepanjang jalan menuju istana. 
Victoria Memorial di depan Buckingham.
πŸ“London Eye at daylight
Cobain deh pengalaman melihat London dari London Eye, selama lebih kurang 30 menit. Tiket dapat dibeli online di sini, harga tiket mulai £19.50. 
Nikmati pemandangan arsitektur kota London yang tak terbatas. Ke-khas-an arsitektur Eropa memang selalu membuat kagum. Beraneka dari istana megah ratusan tahun silam hingga bangunan eksterior modern menghiasi London, termasuk Thames River. 
Londonnn, Londooonn, ingin ku kesana...woww woww..-The Cangcuters
Dari kiri searah jarum jam : London Eye; kapsul London Eye ; pemandangan London dari London Eye.
Kami : contoh turis Asia yang pakai payung, karena memang panas loh.🌞

πŸ“Sherlock Holmes Museum
AAAAKKK!!!Benedict Cumberbatch!!!
Well, he is not Cumberbatch btw. Tetapi, ini adalah Bapak penjaga Museum Sherlock Holmes yang ramah dan sangat memahami perannya. Dedikasi yang tinggi, setia banget dimintai foto, gak cuek, mantap banget pelayanannya
Penggemar Sherlock Holmes harus mengunjungi museum yang terletak di 221B Baker Street ini. Naik tube turunnya di stasiun Baker Street ya, kemudian jalan kaki.
Di dalam Sherlock Museum juga dijual cenderamata Sherlock Holmes.
Acungkan tangan untuk yang suka Sherlock Holmes gara-gara Benedict Cumberbatch πŸ™‹
Bagaimana pun juga si seksi Cumberbatch tidak bisa dipisahkan dari image witty, cuek, dan anehnya Sherlock Holmes. Love banget lah sama abang itu. Walaupun gak ketemu langsung, setidaknya sudah pernah berada di kotamu, bang.. Maaf ya sempat-sempatnya fan girling. πŸ˜—

πŸ“London Eye at night
FAVOURITE PHOTO SPOT!
Pendar cahaya lampu pada lingkaran bianglala London Eye, kadang berwarna merah kadang berwarna biru. Lihat saja, indah sekali bukan, aslinya lebih indah lagi. Kami pun piknik di hari yang gelap musim semi itu, tepat di depan London Eye, sambil ketawa ketiwi gosip dan ngomongin orang yang pacaran di depan kami dengan berbagai pose, (biasalah sirik) hahaha. 
Mempesona sekali London pada malam itu, terlalu dingin untuk dilewatkan seorang diri.
Terima kasih untuk malam yang hangat di bawah London EyeπŸ’•
Day IV : 
πŸ“Portobello Market-Toko Cenderamata
Berjalan kaki dari Safestay Hostel menuju Portobello Market untuk membeli oleh-oleh. Portobello Market terkenal dengan kios jalanannya yang murah dan bisa ditawar. Cenderamata itu sekitar £10 untuk 12 gantungan kunci/magnet kulkas.
Salah satu toko suvenir di Portobello Market.
Hanya empat hari saja di London, saya merasa sudah cukup karena harus ke London Gatwick terbang ke Roma. Sesampainya di Gatwick, saya pun mengembalikan Oyster Card dan refund, siapa tahu masih ada sisa uang di dalamnya. Lumayan.
Tempat refund Oyster Card. Bagi pendatang yang landing di Gatwick juga bisa membeli Oyster Card di sini.:)
"This was our happy place. It's not so happy now. WHY?"-sebuah tulisan di teralis Thames River.
Kesan saya mengenai London, sebenarnya, I'm not really into London, karena kotanya sudah terlalu ramai, banyak kendaraan lewat, polusi udara tinggi dan berisik layaknya kota metropolitan lain. Ada apa dengan London yg menjadi favorit wisatawan ini? Apa saya yang terlambat untuk bertandang ke London? Jangan-jangan tulisan, "London was a happy place but it wasn't so happy now" ini, ada benarnya ya. Meskipun begitu, tidak ada salahnya berplesir ke ibu kota kerajaan yang selama ratusan tahun tetap berdiri dan disegani dunia ini.
See you again United Kingdom!
Saya ingin mematahkan mitos London itu mahal, the truth is London itu standard kok, standard seperti Eropa Barat lainnya ya, kecuali Swiss, karena Switzerland itu jauh lebih mahal. Susu sebotol aja lebih murah di London daripada di Jakarta.Juga mitos yang mengatakan bahwa London Kota Hujan (?). Uhmm, apa saya kurang beruntung ya, karena selama di sana saat musim semi, matahari bersinar dengan teriknya, meskipun ada satu hari gerimis.

Catatan kecil:
1. Bawa baju secukupnya saja, sisanya beli di Primark bajunya murah tapi bagus. Ada juga Sainsbury's kalau mau beli makanan yang murah.
2. Jangan pernah menukarkan uang di money changer di terminal kecuali terpaksa. Lebih baik tarik uang via atm loh, menurutku.
3. Guide to and from airport. Menuju Heathrow, kamu bisa menggunakan Oyster Card menumpangi Tube kemudian dilanjut dengan bus ke Heathrow. Menuju Gatwick (lebih dekat daripada HTW), juga bisa menggunakan Oyster Card dan menumpangi Tube. 
Tapi, kalau terburu-buru, mereka menyediakan Heathrow Express dari Paddington Station seharga £22 atau dari Victoria Station ke Gatwick dengan Gatwick Express £17.8.
4. Bawa sweater atau jaket yang tidak terlalu tebal, selalu pakai sunscreen, kacamata hitam, sepatu yang comfy untuk jalan kaki dan payung.
5. Bawa kartu remi dan beli Bertie Bott's Every Flavor Beans. Ituloh permen Harry Potter dengan aneka rasa, dari lime, vomit, hingga rasa upil. hahaha.  Biar liburan lebih seru! Malam hari setelah capek kesana kemari, kami pun bermain kartu di hostel. Permainan yang lucu-lucu dengan kartu remi. Kalau kalah makan permen Harry Potter.πŸ˜ƒ
6. Kalau pengen pipis, kami sih numpang di gedung perkantoran terdekat atau Rumah Sakit terdekatπŸ˜†
God bless you😊
Jangan lupa baca juga Tips pemula mengajukan visa UK

No comments:

Post a Comment