Saturday, 14 January 2017

Paris in 3 days (Day 2 & 3)


Bonjour Romainville..
Sebelumnya, boleh dibaca kakak di paris-in-3-days-day-I

Hari ini kita baru gerak sekitar jam 10an pagi dari rumah.
Tiket Metro Zone 1-3 dan 1-4 (kiri) Tiket bus (kanan)

Day II Eiffel : See Paris from the top๐Ÿ’ƒ

La Tour Eiffel - Montamarte - Moulin Rouge

Makan siang di Belleville

Apalagi yang dicari orang Indonesia seperti kami kalau bukan nasi dan *sorry to mention* pork ๐Ÿ˜‹


Chinese food tapi penjualnya bisa bahasa Prancis. Aneh. Sama kayak pertama kali dengar chinese peps di Surabaya tapi medok.๐Ÿ˜‚

La Tour Eiffel


Tujuan utama ke Paris. 
Eiffel!!!! 
๐Ÿ˜ป๐Ÿ˜ป๐Ÿ˜ป๐Ÿ˜ป


Melihat menara Eiffel dari gambar-gambar di google seolah-olah dia hanyalah kerangka besi. Tapi pas melihat langsung, entah kenapa, menara Eiffel memikat mata, dilihat dari sisi manapun terlihat cantik dan menawan. Gak habis pikir,, applause to Gustava Eiffel ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ yang sudah merancang menara yang telah menghiasi kota Paris selama ratusan tahun. 

Daripada ngantri panjang untuk beli tiket masuk, kami sudah membeli tiket sebelumnya di planning to visit Eiffel?. Ada banyak variasi harga, mau pakai tangga atau lift, mau sampai lantai 2 saja atau sampai ke puncak, semua punya harga.

Tiket per orang untuk jadwal pukul 16.30.

Dan benar, untuk antrian  beli on the spot, antriannya mengular panjang ngalah2in antrian sembako ๐Ÿ˜ช
Untung kami sudah mencetak tiket yang dibeli online, antriannya paling cuma 7 orang ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜‰

akses antrian untuk yang tiket online

Here we go..
karena di sini memang tujuan wisata utama, alias ikonnya Prancis, jadi suasana pun ramai banget. Tapi inget ya untuk tetap antri dan jangan main asal sruduk. Saya suka kesel tuh dengan pengunjung yang desak-desak gak sabaran, gak tau aturan, dan ada yang nyerobot antrian, mereka wisatawan dari salah satu negara di Asia Selatan. #nomention

Lift untuk mengangkut pengunjung Eiffel terletak di kaki-kaki menaranya. Dan pemberhentian pertama, lantai dua....tadaaaa...
Pemandangan dari lantai 2 ๐Ÿ’˜
(gambar dari hasil jepretan sendiri, walopun banyak yang kayak gini di google :p)


Lanjut menuju sommet, berada di lift dari lantai 2 hingga ke sommet, deg deg an shay...soalnya tinggi banget dan kita bisa melihat kota Paris menjauh dari celah-celah kerangka menara. 
Sampailah di sommet!!
picture taken by random bule

Sebaiknya anda memakai jaket karena kecepatan angin yang tinggi di sommet.

WOW! cuma bisa mengucap syukur sama Tuhan, akhirnya bisa sampai juga di puncak Eiffel. Mimpi sejak 7 tahun yang lalu, akhirnya bisa terwujud. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. 
Soalnya, gak semua orang beruntung dari kecil udah pada berfoto di Eiffel. Lucky if you are one of them!:)

Ps. 
1. Guys, di sini ada place to kiss nya, fyi aja. 
2. Foto-foto di paris sebenarnya ada banyak, tapi pas aku udah pindahin ke laptop, trus karena suatu hal, laptop harus direset, sehingga data-data hilang gak sempat di backup :(


Turun dari Eiffel dengan pengalaman menakjubkan, kita lanjut jalan ke Trocadรฉro garden yang terletak di seberang menara Eiffel. Di taman ini kita beli macaroon, crepes dan cappucino untuk dinikmati sambil ngobrol santai. Indahnya liburan. Salah satu keuntungan gak ikut trip-trip dari travel ya begini, kita bebas mau santai kapan saja, menikmati sore hari di mana saja dan gak diburu waktu.


Montmarte


Bukit Montmarte menyajikan pemandangan keindahan matahari terbenam di kota Paris dengan ketinggian bukit 130 m di atas permukaan laut. Cukup duduk santai dan melihat aktivitas Parisienne.



Gereja Hati Suci Paris atau Sacrรฉ-Cล“ur Basilica yang terletak di bukit Montmarte, menjadikan gereja ini terletak di daerah paling tinggi di Paris.
Untuk mencapai bukit ini, kita menggunakan tiket metro mobilis zone 1-3 all day (yang awal sudah dibeli), jadi gak lelah naik tangga.

Fyi, di sekitar jalan menuju Montmarte, banyak kios yang menjual souvenir Prancis dengan harga affordable.

Moulin Rouge

Voulez-vous coucher avec moi ce soir?๐ŸŽค

Ingat lagu Lady Marmalade? Atau film Moulin Rouge tahun 2001?


yep. Tempat hiburan malam ini, bisa dikatakan daerah red light district.
Moulin Rouge adalah yang paling terkenal seantero dunia #tsaaah 
Moulin artinya kincir, Rouge artinya merah (harfiah)
Moulin Rouge merupakan pertunjukan kabaret, yang dimulai sejak masa Prancis berjaya di bidang seni, yang disebut La Belle Epoque. 
Tiba2 ada paris couple nimbrung mau foto bareng. Duh kak, untung gak kepegang abangnya. ๐Ÿ˜ƒ

Day III : Chateau de Versailles๐Ÿ’ƒ


Siapa yang tak kenal dengan Marie Antoinette? Istri dari Louis XVI, yang terkenal akan hidup foya-foya dan membiarkan rakyat Prancis hidup dalam kemiskinan. Kita akan mengunjungi istana, dimana ratu pop tersebut menghabiskan masa hidupnya dalam kemegahan.

Chateau de Versailles.
Menghabiskan hari dengan menikmati istana termegah di Prancis dengan interior yang spektakuler dikelilingi taman yang super luas dan apik di Istana Versailles. Sebuah istana yang dibangun oleh Louis XIV yang sering dikenal dengan The Sun King sebagai simbol monarki absolut pada area seluas 800 hektar.
Pintu depan

Karena cuaca yang cerah dan kami akan menghabiskan seharian dengan berjalan kaki menelusuri kemegahan Versailles, kami berpakaian santai dan memakai running shoes dan berbekal chips dan botol air minum ;)

Sebelumnya, silahkan membeli tiket di http://en.chateauversailles.fr/homepage


Kami berangkat dengan metro mobilis zone 1-4, naik tram kemudian RER C5 karena letaknya yang di luar kota Paris. Sesampainya di stasiun Versailles River Gauche, kami langsung jalan menuju Versailles. Di pintu masuk, dengan menunjukkan tiket yang sudah kami beli, kami diberikan dua buah peta lipat dan audioguide. Jangan lupa bawa headset ya, agar dengerin audioguidenya makin jelas.

peta istana dan taman (tetap bingung) serta audioguide

Audioguide. Jujur ini pertama kalinya kami menggunakan audioguide, terpukau dengan kecanggihan audioguide. Jadi, setiap masuk ke suatu ruangan, audioguide akan otomatis memutar penjelasan mengenai sejarah interior di ruangan tersebut. Canggih! *katrok haha
Istana yang megah, terlalu besar untuk ditangkap kamera
Setelah menjalani istana, gak kebayang mevvahnya hidup bangsawan Prancis pada masa itu. Interior yang megah, lukisan dan tempat tidur yang besar, ruangan dengan hiasan kaca dan chandelier ditopang dengan pilar-pilar menakjubkan. 

Saatnya ke taman dan menikmati cerahnya hari atau sambil duduk santai menonton fountain alias air mancur. Oke, sampai2 kita lumayan “law of diminishing return” karena dimana-mana air mancur, lama2 wes biasaaaa :p
Kita gak mengunjungi semua air mancur, karena terlalu luas dan sudah pegal. Kita hanya memilih beberapa fountain yang tenar seperti Apollo’s Fountain (paling besar), mirrorr pool, saturn fountain dll yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu.

Saturn fountain (atas) Apollo Fountain (bawah)
Indahnya liburan. Kegiatannya hanya jalan santai menikmati cerahnya hari, bau-bau taman dan memanjakan mata dengan dercikan air mancur.

Akumulasi The Walkday di kota Paris hari pertama + tetap jalan kaki di sekitaran Eiffel dan menuju Montmarte + keliling Chateau de Versailles hari ini berhasil membuat kaki pegal dan kami memutuskan untuk okey, sampai di Apollo ini saja lalu balik lagi ke halaman depan. 
Padahal di ujung fountain ini, ada istana kecil Marie Antoinette๐Ÿ˜ฟ

End of story bertualang di Paris selama 3 hari. Besok harus bangun pagi, mau naik bis ke Belanda.

Back to pertanyaan awal :
Mari kita buktikan, apakah kota Paris benar-benar romantis?๐Ÿ’•

jawaban menurut saya : Yes Yes exactly!

Catatan kecil :
  1. Beli tiket online dan cetak tiket kalau kamu mau ke Eiffel dan Versailles
  2. Pakai sport shoes selama di Eropa, biar gak pegel.
  3. Sunglasses is a must. Jacket is a must too. Walaupun siangnya gak pakai, malam pasti dingin.

God bless you :)


No comments:

Post a Comment