Friday, 13 January 2017

Paris in 3 days (Day I)


Prolog.

Setelah berbulan-bulan mengumpulkan niat dan membuang kemalasan, inilah cerita eurotrip kami. Sebelumnya, untuk summary perjalanan dan rincian itinerary bisa kamu baca di ke-eropa-dengan-20-juta-selama-17-hari 


Hope you enjoy this very short story. ๐Ÿ˜Š

Tiba di Paris : Roissypole-Gare. Seneng banget ya senyumnya.
Datang bawa backpack, pulang bawa koper.
Peta menuju  stasiun terdekat di Charles de Gaulle Airport. Bingung kan? sama.

Day I : The walkday ๐Ÿ’ƒ

Pompidou-Louvre-Tuileries-Concorde-Petit Palais-Champ-elysees
Notre Dame-Shakespeare&Co-Pont des art- Academie National de Musique

Mari kita buktikan, apakah kota Paris benar-benar romantis?๐Ÿ’•


Hari pertama, puji Tuhan musim semi hari ini cerah dan langitnya biru. Kota Paris adalah kota yang kamu tinggal jalan lurus aja terus akan bertemu dengan tempat-tempat wisata. Melewati banyak museum yang antriannya panjang. Untuk orang yang bukan pecinta museum seperti kami, kami hanya berfoto di depannya saja. Biar sah.
Kami menginap di rumah house fam Martha yang berlokasi di daerah Romainville. 
View dari roof top bedroom.

Setelah membeli sarapan berupa croissant dengan credit card - oke ini aku sempat kaget, karena warung kecil aja sudah bisa pakai CC- kita naik bus dulu ke stasiun metro terdekat : Mairie des lilas. Beli tiket Metro mobilis zone 1-3 all day (rincian harga bisa dilihat di ke-eropa-dengan-20-juta-selama-17-hari)

Centre Georges Pompidou

Museum yang berada di daerah Beaubourg ini terkenal akan keunikannya karena di-desain dengan pipa-pipa dan tangga yang biasanya berada di dalam gedung, kini berada di luar gedung.

Musรฉe du Louvre


Museum Louvre adalah museum terkenal yang dengan bentuk segitiga dan (katanya) menyimpan Lukisan asli "Monalisa" karya Leonardo da vinci. Kalau ada kesempatan dan waktu yang panjang, aku ingin masuk ke dalam museumnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


dengan selfie stick
Difotoin temen

Tips mendapatkan foto yang pas : berdirilah di atas tumpuan beton yang disiapkan. 



Jardin des Tuileries

 
Kerumuman orang yang menikmati cerahnya hari..termasuk patung ini๐Ÿ‘

Amorano
Bersantai dan menikmati es krim paling terkenal di taman Tuileries : Amorano. Abang-abangnya jual pake food truck.
Jadi pesannya gini : un vanilla blablablabla, s’il vous plait.
Kayaknya kalau ditunjuk-tunjuk doang pakai jari, abangnya juga bakal ngerti kok kamu maunya apa :p


Panorama di salah satu sudut Tuileries

Place de la concorde

Sumber air minum gratis. Lumayan, air minum di sana sebotolnya sampai 2 Euro dan tidak enak.

Place de la concorde adalah alun-alun utama dan terluas di Paris yang terletak di antara Champ-elysees dan Tuileries. Tugu difoto dikenal dengan nama Obelisk (Obelisk dalam bahasa Yunani artinya monumen tinggi, ramping bersisi empat yang dimahkotai puncak berupa piramida), setinggi 23 meter dan berusia 3.300 tahun.












Petit Palais

Museum yang free entrance dan gak ada antrian, jadi kita masuk saja ๐Ÿ˜‰
entree gare


Di seberang Petit Palais ada Grand Palais, fashion show dunia sering menyelenggarakan event di Grand Palais. Contoh Victoria Secret Fashion Show Paris 2016 yang baru-baru saja digelar.

Champs-elysees

Aux Champs-Elysรฉes ♪♪♪
Berjalan kaki menelusuri avenue des Champs-Elysรฉes dan berfoto di Arc de Triomphe. Sebuah gerbang kemenangan yang didedikasikan bagi para prajurit Prancis ini dibangun pada tahun 1806-1836.

Notre Dame

terletak di daerah ile de la cite.

Notre Dame adalah katedral terbesar yang dibangun pertama kali di Paris sekitar tahun 1163.
Selama ini aku mengagumi kemegahan Katedral di Jakarta Pusat, tapi kemudian aku melihat Notre Dame. Keindahan arsitektur menjadi saksi ratusan tahun megahnya kehidupan gerejawi di Eropa. Tapi sekarang, gereja-gereja besar hanyalah pajangan untuk turis, atau sekedar diisi oleh orang-orang yang sudah tua untuk beribadah.


Shakespeare & Co


Masih ingat karakter Jesse dan Celine (Ethan Hawke dan julie Delpy) bertemu kembali di scene film “Before Sunset”?

Yep. toko buku Shakespeare and Company.
Tapi sayang, dilarang mengambil foto di dalam toko buku ini.
Kami melihat jejeran koleksi buku antik dan di lantai dua ada sebuah bilik kecil sekali tempat kita bisa menulis apapun pada sebuah kertas lalu ditempel di dinding bilik. Ada yang menulis di atas kertas bahkan dengan struk belanja.  Saya hanya membaca tulisan-tulisan asing di bilik itu, rata-rata berisi harapan.
anyone want to read this carefully?

Saran: Bawa kertas dan pulpen

Pont des art

Setelah menelusuri sungai Seine yang indah (asli sungainya indah) kami menikmati senja di Pont Des art. Senja teromantis dan termelankolis..bawaannya baper...
Sudah jam 8 pm lewat dan masih terang
 Duduk ngemil santai di jembatan, melihat orang lalu lalang, melihat pasangan saling beradu kasih, sambil mendengar musisi jalanan khas Paris. Indahnya liburan. ๐Ÿ˜Š


Sambil menunggu hari gelap, which is jam 8 aja belum gelap, padahal mau ke Academie de Musique yang punya cahaya lampu sorot kalau gelap malam.

Kebayang deh orang Paris pacaran mungkin hemat banget ya :
Boy : yuk yang pacaran.
Girl : Kemana?
Boy : Ke jembatan Pont Des Art....
Aeelah, di Jakarta orang juga pacaran di jembatan layang, tapi bedaaa banget haha

salah satu contoh yg bikin melow :( call us conservative, this is sweeeet!❤❤❤❤

Academie National de Musique

dari malam yang masih terang


sampai malam yang udah gelap. 
Dan hari menggelap pada pukul 10 malam, saatnya menikmati kemilau lampu dari gedung seberang yang menyoroti kemegahan Academie National de Musique.


Tadaaaa...
Duduk sambil makan chips dan menikmati alunan lagu dari para musisi.

Karena anti dengan postingan panjang, part pertama sampai di sini dulu yess..
Day II & III nya di https://keep-wanderlust.blogspot.co.id/2017/01/paris-in-3-days-day-2-3.html
God bless you.

No comments:

Post a Comment