Showing posts with label pinterest. Show all posts
Showing posts with label pinterest. Show all posts

Thursday, 12 October 2017

Calendar 2018 plus public holiday (printable)

16:17 0 Comments
Hello October!

It's time to plan your vacation in 2018😁
Count your annual leave, check public holidays and hunt promo and cheap flight ticket!

To make your plan easier, I create this beautiful calendar 2018 (complete with public holidays) special for you.
I made it using Ms. Word for beginner that you can create your own too 😉.
For header and footer, I use flower decoration-just like my blog's- created by Sora.
Hoping that you will always remember how blessed you are.



Pardon that black line, it is a printer mark..hope your printer better. Ini aja nge-print di kantor😂


If you want to use this calendar above, get your copy here, print using A4 paper size.
Or if you want calendar with simple travel tips below, get your copy here, print using A4 paper size.


Calendar with travel tips. Place you can visit in spesific months.
Deep green.
Another option, if you think flowery stuff smells too feminim, you can get this copy of deep green here.

Not only for planning vacation, maybe you want to save the date for your friend's wedding (perhaps your wedding) or mark calendar for Bruno Mars' concert or anything, you can use this calender.


Hope this simple calendar 2018 can help you to make plan in 2018😇

P.S. Very important! Bruno Mars is going to have a concert in Singapore in May 6th 2018. Wish he will come to Jakarta too. Finger crossed.🙏


Merci pour l'inspiration, mon amie Lafi :*

Tuesday, 11 July 2017

Jungfraujoch - Ciao from the top of Europe!

15:39 14 Comments



Menyenangkan itu adalah ketika bisa mencicipi salju abadi di puncak gunung tanpa harus lelah mendaki. anaknya pemalas
Tahun lalu, ketika saya melakukan perjalanan ke Switz dan menyentuh salju di pegunungan Alpen, saya hanya sampai di First Station (2168 m) dgn menaiki gondola. Bisa dibaca di sini 👉  jalan-jalan-di-swiss-danau-hingga-pegunungan 

Tapi perjalanan 2017, saya bisa mencapai ketinggian 3454 m tanpa mendaki,  cuma bermodal transportasi kereta saja! Wow! Kita patut berdecak kagum akan intelenjensi orang Caucasian 🙌. 
Sejak 1896-1912 dengan biaya CHF 16juta (dua kali lipat dari perkiraan), mereka bahkan sudah berhasil membelah pegunungan Alpen dan membuat jalur kereta hingga di ketinggian 11,333 kaki. 

Tahun ini karena saya pergi bersama orang tua, mereka bilang, "Nanggung sih kalau sekali-sekali ke Swiss tapi gak sampai ke Jungfrau😉. Kayaknya bakal cuma sekali ini aja sampai ke Swiss. Soalnya mahaaaal banget." hahaha


TRANSPORTASI

Berbekal Swiss Travel Pass dan mengecek jadwal kereta ke Jungfraujoch hari sebelumnya di www.sbb.ch. Semua jadwal kereta yang saya butuhkan selalu saya screencapture supaya lebih cepat saat ingin melihat jadwal dan platform berapa.

sumber. www.sbb.ch. 

Keesokan paginya, kamipun bangun pagi untuk naik kereta 07.58 AM dari Weinfelden (tempat tinggal) ke Bern  yang ditempuh selama 2 jam. Transit lalu naik kereta ke Interlaken Ost, transit di Lauterbrunnen, ganti kereta lagi di Kleinen Scheigen hingga sampai di Jungraujoch pukul 13.35. 




Total ada 5 kereta selama 5,5 jam, kereta yang datang pun cepat. Setiap sampai di satu stasiun, selalu ada kereta  berikutnya yang telah menunggu, kami tidak perlu menunggu lama. Turun dari kereta, langsung turun dengan eskalator menuju gleis (platform) berikutnya langsung hop naik lagi ke kereta selanjutnya yang sudah tersedia. Begitu seterusnya.

Orang tua saya pun saya sudah wanti-wanti untuk berjalan cepat. Sebelum melakukan plesir ke Eropa, saya sudah sarankan org tua untuk sering lari pagi supaya badannya 'gak kaget' pas di Eropa. Kemana-maana jalan kaki dan pakai public transportation.Tau sendiri kan, kalau di Indonesia itu apa2 enak, mau kemana2 tinggal pakai mobil atau motor sendiri. Syukurlah, 5 bulan sebelum berangkat mereka lari pagi tiap hari berdua 😃 


Penampakan kereta lawas (kacanya bisa dibuka) untuk menikmati pemandangan
Kereta yang digunakan hingga Stasiun Interlaken Ost adalah kereta listrik modern yang biasa.
Nah, setelah Interlaken Ost, kita pun memasuki Jungfrau Region. Kereta diganti menjadi kereta lokal berwarna kuning-kehijau-hijauan bernama Berner Oberland Bahn (BOB). Jendela kereta ini bisa dibuka (dan saya sarankan untuk dibuka) karena memang diperuntukkan untuk menikmati udara dan pemandangan Alpen.


Jalanan pun mulai menanjak ke Lauterbrunnen, saya memperhatikan rel mereka berbeda, seperti ada gerigi di tengah rel yang membantu kereta untuk jalan tanjakan dan menahan kereta ketika turunan supaya gak kepleset atau semacamnyalah. Gerigi ini mirip dengan gerigi pada kereta arung jeram atau roller coster di dufan.


Look at that 💗Pemandangan sepanjang jalan di kereta

Beli tiket Jungfrau

Ketika kami menaiki kereta Lauterbrunnen-Kleinen Scheigen, pemeriksa karcis datang dan saya menunjukkan Travel Pass. Setelah memasuki wilayah Jungfrau, Swiss Travel Pass tidak berlaku, kami harus membeli tiket lain untuk sampai ke Jungfrau (saya pikir beli tiket barunya ketika sampai di Jungfrau), sehingga kami pun harus turun di Stasiun Wengen untuk membeli tiket Jungfrau. Ternyata ada beberapa wisatawan lain yang juga turun untuk membeli tiket seperti kami.


Suasana dan pemandangan di Stasiun Wengen, tempat kami membeli tiket Jungfrau.

Tiket seat reservation Jungfrau dapat dibeli di stasiun Leauterbrunnen atau Wengen, seharga CHF 196 (sekitar 2,7 juta rupiah) per orang, sudah half price karena kami punya Swiss Travel Pass. (berarti kalau tanpa diskon Travel Pass, sekitar CHF 392 per orang).
Dalam satu amplop, satu orang mendapat 3 lembar tiket. 
Rincian tiket yang kami terima adalah :

  • 1 tiket return Wengen via Kleine Scheidegg seharga CHF 88
  • 1 tiket Kl. Scheidegg-Jungfraujoch seharga CHF 5, lengkap dengan barcode dan boarding time.
  • 1 tiket Jungfraujoch-Kl. Scheidegg seharga CHF 5, lengkap dengan barcode dan boarding time

Pada saat membeli tiket seat reservation, (sudah diterjemahkan sesuai pengertian saya)
Ticket officer : Mau berangkat jam berapa dan pulang jam berapa? Anda hanya boleh menaiki kereta sesuai dengan jam yang Anda pilih. *sambil nunjukin kertas berisikan jadwal yang tersedia*  Biasanya pengunjung menghabiskan waktu 2 jam untuk tur di Jungfrau.
Saya : Dari Wengen naik kereta berikutnya 12.24 sampai di Jungfrau 13.35. Dari Jungfrau kami memilih keberangkatan 16.43 supaya tidak terburu-buru.

Penampakan tempat boarding untuk Tiket dengan seat reservation
Apa bedanya seat reservation dengan non reservation?
Well, ketika kami boarding untuk kereta Jungfrau-Kleinen Scheidegg, kami (para empunya seat reservation) didahulukan untuk masuk dan mengambil tempat duduk di dalam kereta, terserah dimana saja yang penting duduk 😊
Setelah itu, penumpang dengan tiket non reservation diperbolehkan masuk dan berdiri di dalam kereta.






Selain tiket, kami juga diberikan Jungfrau Railways Passport, isilah nama dan nama belakang untuk distempel ketika sampai di Jungfrau, sebagai kenang-kenangan atau sertifikat bahwa kami sudah pernah ke Top Of Europe. 

Boarding di Kleinen Scheidegg


Di Kleinen Scheidegg, kami pun boarding sesuai dengan tiket seat reservation individual berwarna hijau dan men-scan barcode tiket pada tools yang disediakan. Jangan khawatir, banyak petugas yang bersedia membantu. Yang penting itu sabar dan tidak desak-desakan. Jadilah turis yang baik dan sabar. Soalnya setiap ke Eropa, saya tuh sering memperhatikan turis dari salah satu negara di Asia Selatan dengan penduduk paling padat suka dorong-dorongan, gak sabaran dan gak mau antri. huuft.

Boarding di Kleinen Scheidegg dengan scan barcode terlebih dahulu. Ini penampakan kereta yang tadi kami gunakan dari Wengen.

Kereta yang digunakan dari Kl. Scheigen berbeda dengan kereta sebelumnya. Kereta bernama Jungfraubahn ini berwarna merah, (mungkin) dirancang khusus untuk menelusuri terowongan dalam gunung, dan kaca tidak untuk dibuka.

JUNGFRAUBAHN - kereta yang digunakan untuk menelusuri terowongan di gunung dengan cara mendaki.
Suasana di dalam kereta, terdapat papan informasi yang harus diperhatikan.

Kleinen Scheidegg-Jungfraujoch.

Sepanjang 9,3 km, kami menaiki kereta membelah gunung menuju Jungfraujoch. Urutan stasiunnya adalah Kl. Scheidegg - Eigergletscher - Eismeer - Jungfraujoch. Tekanan udara yang rendah dan melewati terowongan membuat telinga sakit dan kalau tidak tahan bisa membuat mimisan. haha. Saya sih enggak mimisan, cuma  berdarah aja di dalam hidung 😐 Seperti ini lah pemandangan dari kereta Kl. Scheidegg-Jungfrau, sebelum memasuki terowongan yang gelap.




TOUR

Mendarat di stasiun Jungfraujoch, kita disambut oleh toko souvenir, tempat untuk stempel Jungfrau passport, resto, tempat mengirimkan postcard, charging station, hingga ATM. Di dalam gedung ini, masih ada pemanas ruangan, sehingga kita tidak akan merasa bahwa sekarang sedang berada di pegunungan Alpen. Untuk memulai tour, kita tinggal mengikuti anak panah tulisan TOUR. 



Siapkan jaket tebal, sarung tangan, syal, ataupun penutup telinga anda dan selamat datang di Jungfrau tour yang menggigil. 


Jungfrau Panorama 

Bagian pertama yang ditawarkan tour Jungfrau adalah pemandangan Pegunungan Alpen, Jungfrau region dalam animasi 360 derajat!! Dalam satu ruangan gelap, di sini kita berdiri dan bisa melihat liuk-liuk wilayah Jungfrau dalam bentuk 4D disertai suara pegunungan berbisik. Animasi ini merupakan sinematik yang memenuhi seluruh dinding ruangan sehingga terlihat sangat nyata. Takjub, sudah pasti! 

Ruangan Jungfrau 360 derajat

Alpine Sensation. 

Rasakan nuansa pegunungan alpen, dalam satu bola kristal bertuliskan Little Dream of Switzerland.


Pintu masuk Alpen Sensation

Bola Kristal ukuran raksasa yang menampilkan negeri impian Switzerland. Benar-benar seperti di negeri dongeng.

Time travel

Tak ketinggalan sepanjang jalan tour, ada sejarah perancangan dan pembangunan Jungfraujoch, alat-alat yang digunakan saat pembangunan secara manual, sketsa perencanaan, dan lain-lain. Terdapat juga patung Adolf Guyer-Zeller yang merancang sketsa jalur kereta ini pada tahun 1893. Semua dapat Anda baca di Jungfrau Passport yang diberikan.

Jungfrau pertama kali didaki tahun 1811

Yang bisa aku katakan hanyalah, luar biasa, ini manusia-manusia Eropa tahun di abad 19-an, disaat nenek buyut aku masih dijajah (ya dijajah Eropa), mereka bisa aja udah berpikir untuk merancang jalan dan transportasi untuk  membelah gunung dengan alat-alat manual, tapi mereka sudah mengenal alat peledak. 
Selalu ada korban pada setiap konstruksi. Pada 26 Februari 1899, sebuah insiden ledakan terjadi dan merenggut nyawa 6 buruh yang kemudian dicatat pada "A Tribute to Tunnel Worker" di dinding. 
Suasana gelap di dalam tour Jungfrau alias di dalam gunung.

Ice Palace

Dari semua bagian tour, Ice Palace  adalah yang paling dingin. Kalau memang gak sanggup lagi dengan dinginnya istana es ini, Anda bisa memilih jalur exit dengan melambaikan tangan ke kamera. 😜 
Selain paling dingin, istana es yang dibangun pada tahun 1930-an ini, juga sangat licin. Karena licin, berhati-hatilah saat berjalan di Ice Palace. Disarankan untuk menggenggam hand drail yang disediakan.

Bisa kebayangkan dinginnya istana es ini?
Ada beberapa pahatan es, seperti keluarga beruang dan pinguin.


Lelah, kedinginan dan bisa mengakibatkan telinga sakit. Beginilah perasaan saat Jungfrau tour. Setelah dari Ice Palace, kami pun duduk dan istirahat sebentar di satu ruang rest area sebelum lanjut ke tempat berikutnya. Rest area ini hangat dan dekat dengan jendela yang ada mataharinya, bahagianya kalau kena matahari 💥


Glacier Plateau, 3454 m.

Yay! Ciao from the top of Europe 😆😆😆😆

Plateau adalah bagian terakhir dari Jungfrau Tour. Tempat ini merupakan dataran paling tinggi yang bisa dikunjungi pengunjung berupa hamparan gunung yang ditutupi salju abadi. Dari Jungfraujoch, kita dapat melihat puncak tertinggi di Eropa-Jungfrau (4158 m). Puncak gunung yang berselimutkan salju.


Tak dapat dipungkiri, yang asli jauh lebih indah dibanding foto
Wisatawan dapat mengambil banyak foto indah dan tak jarang saya melihat banyak wajah yang benar-benar takjub akan keindahan Pegunungan Alpen ini. Puji Tuhan!
Kami pun memegang salju yang membeku lalu cair di tangan. Ini adalah salju sungguhan yang melingkupi Alpen. Dan ya.. ini adalah puncak-puncak gunung salju ter-elok yang pernah memanjakan mata saya.


Ada dua bendera Swiss yang bisa menjadi spot foto. Bendera ini ditancapkan pada tahun 1912 sebagai tanda pembukaan Jungfrau Railway.
Cuaca cerah dan matahari bersinar terik di musim semi membuat kami merasa beruntung dan bersyukur. Puncak gunung dan langit yang biru terlihat sangat bagus, layaknya lukisan. Pengunjung pun ramai di plateau ini.


My lovely mom 💓

Plateau pun menjadi bagian akhir dari tour hari ini. Setelah selesai berfoto dan menikmati kehangatan matahari, kami pun kembali ke dalam gedung untuk makan siang di restaurant sambil memandang hamparan salju. 

Porsi makanan yang disajikan di resto ini cukup besar, saya memesan dua porsi untuk tiga orang aja sudah kenyang sekali. Harganya juga cukup terjangkau memang standard Switz, untuk satu porsi nasi kari ayam sekitar CHF 25 ada juga pork dan french fries CHF 21.

Sekitar pukul 16.30 kami berjalan menuju Stasiun Jungfraujoch untuk mengantri boarding kereta 16.43 yang telah kami pesan.


Kesan : Sama sekali tidak menyesal dengan harga segitu mahal dan bikin aku makan kerupuk selama sebulan untuk Jungfrau tour, sangatlah setimpal. Pengalaman yang saya dapatkan sungguh tidak terukur pesonanya, tidak hanya alam tapi juga kekaguman akan konstruksi pembangunan sejak dulu dan pemeliharaan hingga sekarang. 

Jangan pernah ragu untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi itu! Ayah saya saja, setelah umur 60 tahun baru kesampaian plesir ke Pegunungan Alpen. (Selama ini penghasilannya fokus untuk menyekolahkan anak-anak, katanya 😂). Yang penting itu tekad yang kuat dan menabung demi sesuatu yang kita inginkan. 😊
You dont have to be rich to go travel :) God bless you!

 Catatan Kecil :

  1. > Sangat disarankan untuk membawa jaket tebal, sarung tangan, penutup telinga dan syal terutama untuk orang tua. Ice palace itu dinginnya bikin menggigil. Dan jangan memakai sepatu yang solnya licin.
  2. > Dengan Swiss Travel Pass, anda bisa menghemat 50% biaya untuk membeli tiket Jungfrau. Dengan CHF 196 (sekitar 2,7 juta rupiah) per orang, namun kalau tanpa diskon Travel Pass, sekitar CHF 392 per orang.
  3. > Jangan khawatir, sistem transportasi di Swiss sangat bagus dan officer sangat ramah serta siap membantu perjalanan anda. Selalu cek www.sbb.ch untuk jadwal transportasi di Swiss, realtime dan dilengkapi dengan nomor gleis (platform).
  4. > Selain yang saya sebutkan, ada juga Sphinx Terrace (3571 m)  dan Aletsch Glacier yang menjadi tempat  "Snow Fun" bermain yang bisa dikunjungi dalam tour ini. Tapi sebagai manusia tropis yang biasa, tidak bisa bermain ski atau permainan salju lain, maka tournya hanya yg tertera di blog ini.
Ciao from the top of Europe!

Friday, 20 January 2017

Spring in Netherland

01:29 2 Comments

Only have couple days in Netherland? 
Keukenhof-Amsterdam-Zaasen Schans-Dutch Villages

Musim semi adalah musim terbaik mengunjugi Negara Belanda. Karena saat musim semi, taman bunga tersohor, Keukenhof, dibuka bagi pengunjung selama kurang lebih satu bulan. Cek di https://www.keukenhof.nl/

Bus Paris-Brussel. Brussel-Amsterdam. Brussel Centre. 

Dari Paris http://keep-wanderlust.blogspot.co.id/2017/01/paris-in-3-days-day-2-3.html , kami pun tiba di  Amsterdam Sloterdijk, beli tiket kereta menuju Amsterdam Centraal. 
Direction board di Schiphol. Tidak ada Indonesia :(

Hostel Aivengo

Hostel yang telah kami pesan melalui hostelworld  yang affordable and you cant beat this location! 
Mini kitchen and locker


Rincian itin dan harga bisa dibaca kembali kakak di http://keep-wanderlust.blogspot.co.id/2016/07/ke-eropa-dengan-20-juta-selama-17-hari.html

Keesokan paginya....

Day I –KEUKENHOF💃

Selamat datang di taman bunga terindah di dunia “KEUKENHOF”. 
Keukenhof terletak di Lisse, sekitar 1 jam dari Amsterdam.





Tiket masuk yang sudah dibeli online.
Untuk jadwal dan pembelian tiket online silahkan cek di website. Kami membeli tiket keukenhof secara online, Keukenhof Combi (bus dari Amsterdam Leidseplein dan tiket masuk) seharga €29 per orang. Dari hostel ke halte Amsterdam Leidseplein bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan tram. Lalu naik bus 197 hijau connexxion ke Schipol terlebih dahulu lalu 858 menuju Keukenhof.


Saturday, 14 January 2017

Paris in 3 days (Day 2 & 3)

15:44 0 Comments

Bonjour Romainville..
Sebelumnya, boleh dibaca kakak di paris-in-3-days-day-I

Hari ini kita baru gerak sekitar jam 10an pagi dari rumah.
Tiket Metro Zone 1-3 dan 1-4 (kiri) Tiket bus (kanan)

Day II Eiffel : See Paris from the top💃

La Tour Eiffel - Montamarte - Moulin Rouge

Makan siang di Belleville

Apalagi yang dicari orang Indonesia seperti kami kalau bukan nasi dan *sorry to mention* pork 😋


Chinese food tapi penjualnya bisa bahasa Prancis. Aneh. Sama kayak pertama kali dengar chinese peps di Surabaya tapi medok.😂

La Tour Eiffel


Tujuan utama ke Paris. 
Eiffel!!!! 
😻😻😻😻


Melihat menara Eiffel dari gambar-gambar di google seolah-olah dia hanyalah kerangka besi. Tapi pas melihat langsung, entah kenapa, menara Eiffel memikat mata, dilihat dari sisi manapun terlihat cantik dan menawan. Gak habis pikir,, applause to Gustava Eiffel 🙌🙌🙌🙌🙌 yang sudah merancang menara yang telah menghiasi kota Paris selama ratusan tahun. 

Daripada ngantri panjang untuk beli tiket masuk, kami sudah membeli tiket sebelumnya di planning to visit Eiffel?. Ada banyak variasi harga, mau pakai tangga atau lift, mau sampai lantai 2 saja atau sampai ke puncak, semua punya harga.

Tiket per orang untuk jadwal pukul 16.30.

Dan benar, untuk antrian  beli on the spot, antriannya mengular panjang ngalah2in antrian sembako 😪
Untung kami sudah mencetak tiket yang dibeli online, antriannya paling cuma 7 orang 😎😉

akses antrian untuk yang tiket online

Here we go..
karena di sini memang tujuan wisata utama, alias ikonnya Prancis, jadi suasana pun ramai banget. Tapi inget ya untuk tetap antri dan jangan main asal sruduk. Saya suka kesel tuh dengan pengunjung yang desak-desak gak sabaran, gak tau aturan, dan ada yang nyerobot antrian, mereka wisatawan dari salah satu negara di Asia Selatan. #nomention

Lift untuk mengangkut pengunjung Eiffel terletak di kaki-kaki menaranya. Dan pemberhentian pertama, lantai dua....tadaaaa...
Pemandangan dari lantai 2 💘
(gambar dari hasil jepretan sendiri, walopun banyak yang kayak gini di google :p)


Lanjut menuju sommet, berada di lift dari lantai 2 hingga ke sommet, deg deg an shay...soalnya tinggi banget dan kita bisa melihat kota Paris menjauh dari celah-celah kerangka menara. 
Sampailah di sommet!!
picture taken by random bule

Sebaiknya anda memakai jaket karena kecepatan angin yang tinggi di sommet.

WOW! cuma bisa mengucap syukur sama Tuhan, akhirnya bisa sampai juga di puncak Eiffel. Mimpi sejak 7 tahun yang lalu, akhirnya bisa terwujud. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. 
Soalnya, gak semua orang beruntung dari kecil udah pada berfoto di Eiffel. Lucky if you are one of them!:)

Ps. 
1. Guys, di sini ada place to kiss nya, fyi aja. 
2. Foto-foto di paris sebenarnya ada banyak, tapi pas aku udah pindahin ke laptop, trus karena suatu hal, laptop harus direset, sehingga data-data hilang gak sempat di backup :(


Turun dari Eiffel dengan pengalaman menakjubkan, kita lanjut jalan ke Trocadéro garden yang terletak di seberang menara Eiffel. Di taman ini kita beli macaroon, crepes dan cappucino untuk dinikmati sambil ngobrol santai. Indahnya liburan. Salah satu keuntungan gak ikut trip-trip dari travel ya begini, kita bebas mau santai kapan saja, menikmati sore hari di mana saja dan gak diburu waktu.


Montmarte


Bukit Montmarte menyajikan pemandangan keindahan matahari terbenam di kota Paris dengan ketinggian bukit 130 m di atas permukaan laut. Cukup duduk santai dan melihat aktivitas Parisienne.



Gereja Hati Suci Paris atau Sacré-Cœur Basilica yang terletak di bukit Montmarte, menjadikan gereja ini terletak di daerah paling tinggi di Paris.
Untuk mencapai bukit ini, kita menggunakan tiket metro mobilis zone 1-3 all day (yang awal sudah dibeli), jadi gak lelah naik tangga.

Fyi, di sekitar jalan menuju Montmarte, banyak kios yang menjual souvenir Prancis dengan harga affordable.

Moulin Rouge

Voulez-vous coucher avec moi ce soir?🎤

Ingat lagu Lady Marmalade? Atau film Moulin Rouge tahun 2001?


yep. Tempat hiburan malam ini, bisa dikatakan daerah red light district.
Moulin Rouge adalah yang paling terkenal seantero dunia #tsaaah 
Moulin artinya kincir, Rouge artinya merah (harfiah)
Moulin Rouge merupakan pertunjukan kabaret, yang dimulai sejak masa Prancis berjaya di bidang seni, yang disebut La Belle Epoque. 
Tiba2 ada paris couple nimbrung mau foto bareng. Duh kak, untung gak kepegang abangnya. 😃

Day III : Chateau de Versailles💃


Siapa yang tak kenal dengan Marie Antoinette? Istri dari Louis XVI, yang terkenal akan hidup foya-foya dan membiarkan rakyat Prancis hidup dalam kemiskinan. Kita akan mengunjungi istana, dimana ratu pop tersebut menghabiskan masa hidupnya dalam kemegahan.

Chateau de Versailles.
Menghabiskan hari dengan menikmati istana termegah di Prancis dengan interior yang spektakuler dikelilingi taman yang super luas dan apik di Istana Versailles. Sebuah istana yang dibangun oleh Louis XIV yang sering dikenal dengan The Sun King sebagai simbol monarki absolut pada area seluas 800 hektar.
Pintu depan

Karena cuaca yang cerah dan kami akan menghabiskan seharian dengan berjalan kaki menelusuri kemegahan Versailles, kami berpakaian santai dan memakai running shoes dan berbekal chips dan botol air minum ;)

Sebelumnya, silahkan membeli tiket di http://en.chateauversailles.fr/homepage


Kami berangkat dengan metro mobilis zone 1-4, naik tram kemudian RER C5 karena letaknya yang di luar kota Paris. Sesampainya di stasiun Versailles River Gauche, kami langsung jalan menuju Versailles. Di pintu masuk, dengan menunjukkan tiket yang sudah kami beli, kami diberikan dua buah peta lipat dan audioguide. Jangan lupa bawa headset ya, agar dengerin audioguidenya makin jelas.

peta istana dan taman (tetap bingung) serta audioguide

Audioguide. Jujur ini pertama kalinya kami menggunakan audioguide, terpukau dengan kecanggihan audioguide. Jadi, setiap masuk ke suatu ruangan, audioguide akan otomatis memutar penjelasan mengenai sejarah interior di ruangan tersebut. Canggih! *katrok haha
Istana yang megah, terlalu besar untuk ditangkap kamera
Setelah menjalani istana, gak kebayang mevvahnya hidup bangsawan Prancis pada masa itu. Interior yang megah, lukisan dan tempat tidur yang besar, ruangan dengan hiasan kaca dan chandelier ditopang dengan pilar-pilar menakjubkan. 

Saatnya ke taman dan menikmati cerahnya hari atau sambil duduk santai menonton fountain alias air mancur. Oke, sampai2 kita lumayan “law of diminishing return” karena dimana-mana air mancur, lama2 wes biasaaaa :p
Kita gak mengunjungi semua air mancur, karena terlalu luas dan sudah pegal. Kita hanya memilih beberapa fountain yang tenar seperti Apollo’s Fountain (paling besar), mirrorr pool, saturn fountain dll yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu.

Saturn fountain (atas) Apollo Fountain (bawah)
Indahnya liburan. Kegiatannya hanya jalan santai menikmati cerahnya hari, bau-bau taman dan memanjakan mata dengan dercikan air mancur.

Akumulasi The Walkday di kota Paris hari pertama + tetap jalan kaki di sekitaran Eiffel dan menuju Montmarte + keliling Chateau de Versailles hari ini berhasil membuat kaki pegal dan kami memutuskan untuk okey, sampai di Apollo ini saja lalu balik lagi ke halaman depan. 
Padahal di ujung fountain ini, ada istana kecil Marie Antoinette😿

End of story bertualang di Paris selama 3 hari. Besok harus bangun pagi, mau naik bis ke Belanda.

Back to pertanyaan awal :
Mari kita buktikan, apakah kota Paris benar-benar romantis?💕

jawaban menurut saya : Yes Yes exactly!

Catatan kecil :
  1. Beli tiket online dan cetak tiket kalau kamu mau ke Eiffel dan Versailles
  2. Pakai sport shoes selama di Eropa, biar gak pegel.
  3. Sunglasses is a must. Jacket is a must too. Walaupun siangnya gak pakai, malam pasti dingin.

God bless you :)