Showing posts with label panduan ke swiss. Show all posts
Showing posts with label panduan ke swiss. Show all posts

Tuesday, 11 July 2017

Jungfraujoch - Ciao from the top of Europe!

15:39 14 Comments



Menyenangkan itu adalah ketika bisa mencicipi salju abadi di puncak gunung tanpa harus lelah mendaki. anaknya pemalas
Tahun lalu, ketika saya melakukan perjalanan ke Switz dan menyentuh salju di pegunungan Alpen, saya hanya sampai di First Station (2168 m) dgn menaiki gondola. Bisa dibaca di sini 👉  jalan-jalan-di-swiss-danau-hingga-pegunungan 

Tapi perjalanan 2017, saya bisa mencapai ketinggian 3454 m tanpa mendaki,  cuma bermodal transportasi kereta saja! Wow! Kita patut berdecak kagum akan intelenjensi orang Caucasian 🙌. 
Sejak 1896-1912 dengan biaya CHF 16juta (dua kali lipat dari perkiraan), mereka bahkan sudah berhasil membelah pegunungan Alpen dan membuat jalur kereta hingga di ketinggian 11,333 kaki. 

Tahun ini karena saya pergi bersama orang tua, mereka bilang, "Nanggung sih kalau sekali-sekali ke Swiss tapi gak sampai ke Jungfrau😉. Kayaknya bakal cuma sekali ini aja sampai ke Swiss. Soalnya mahaaaal banget." hahaha


TRANSPORTASI

Berbekal Swiss Travel Pass dan mengecek jadwal kereta ke Jungfraujoch hari sebelumnya di www.sbb.ch. Semua jadwal kereta yang saya butuhkan selalu saya screencapture supaya lebih cepat saat ingin melihat jadwal dan platform berapa.

sumber. www.sbb.ch. 

Keesokan paginya, kamipun bangun pagi untuk naik kereta 07.58 AM dari Weinfelden (tempat tinggal) ke Bern  yang ditempuh selama 2 jam. Transit lalu naik kereta ke Interlaken Ost, transit di Lauterbrunnen, ganti kereta lagi di Kleinen Scheigen hingga sampai di Jungraujoch pukul 13.35. 




Total ada 5 kereta selama 5,5 jam, kereta yang datang pun cepat. Setiap sampai di satu stasiun, selalu ada kereta  berikutnya yang telah menunggu, kami tidak perlu menunggu lama. Turun dari kereta, langsung turun dengan eskalator menuju gleis (platform) berikutnya langsung hop naik lagi ke kereta selanjutnya yang sudah tersedia. Begitu seterusnya.

Orang tua saya pun saya sudah wanti-wanti untuk berjalan cepat. Sebelum melakukan plesir ke Eropa, saya sudah sarankan org tua untuk sering lari pagi supaya badannya 'gak kaget' pas di Eropa. Kemana-maana jalan kaki dan pakai public transportation.Tau sendiri kan, kalau di Indonesia itu apa2 enak, mau kemana2 tinggal pakai mobil atau motor sendiri. Syukurlah, 5 bulan sebelum berangkat mereka lari pagi tiap hari berdua 😃 


Penampakan kereta lawas (kacanya bisa dibuka) untuk menikmati pemandangan
Kereta yang digunakan hingga Stasiun Interlaken Ost adalah kereta listrik modern yang biasa.
Nah, setelah Interlaken Ost, kita pun memasuki Jungfrau Region. Kereta diganti menjadi kereta lokal berwarna kuning-kehijau-hijauan bernama Berner Oberland Bahn (BOB). Jendela kereta ini bisa dibuka (dan saya sarankan untuk dibuka) karena memang diperuntukkan untuk menikmati udara dan pemandangan Alpen.


Jalanan pun mulai menanjak ke Lauterbrunnen, saya memperhatikan rel mereka berbeda, seperti ada gerigi di tengah rel yang membantu kereta untuk jalan tanjakan dan menahan kereta ketika turunan supaya gak kepleset atau semacamnyalah. Gerigi ini mirip dengan gerigi pada kereta arung jeram atau roller coster di dufan.


Look at that 💗Pemandangan sepanjang jalan di kereta

Beli tiket Jungfrau

Ketika kami menaiki kereta Lauterbrunnen-Kleinen Scheigen, pemeriksa karcis datang dan saya menunjukkan Travel Pass. Setelah memasuki wilayah Jungfrau, Swiss Travel Pass tidak berlaku, kami harus membeli tiket lain untuk sampai ke Jungfrau (saya pikir beli tiket barunya ketika sampai di Jungfrau), sehingga kami pun harus turun di Stasiun Wengen untuk membeli tiket Jungfrau. Ternyata ada beberapa wisatawan lain yang juga turun untuk membeli tiket seperti kami.


Suasana dan pemandangan di Stasiun Wengen, tempat kami membeli tiket Jungfrau.

Tiket seat reservation Jungfrau dapat dibeli di stasiun Leauterbrunnen atau Wengen, seharga CHF 196 (sekitar 2,7 juta rupiah) per orang, sudah half price karena kami punya Swiss Travel Pass. (berarti kalau tanpa diskon Travel Pass, sekitar CHF 392 per orang).
Dalam satu amplop, satu orang mendapat 3 lembar tiket. 
Rincian tiket yang kami terima adalah :

  • 1 tiket return Wengen via Kleine Scheidegg seharga CHF 88
  • 1 tiket Kl. Scheidegg-Jungfraujoch seharga CHF 5, lengkap dengan barcode dan boarding time.
  • 1 tiket Jungfraujoch-Kl. Scheidegg seharga CHF 5, lengkap dengan barcode dan boarding time

Pada saat membeli tiket seat reservation, (sudah diterjemahkan sesuai pengertian saya)
Ticket officer : Mau berangkat jam berapa dan pulang jam berapa? Anda hanya boleh menaiki kereta sesuai dengan jam yang Anda pilih. *sambil nunjukin kertas berisikan jadwal yang tersedia*  Biasanya pengunjung menghabiskan waktu 2 jam untuk tur di Jungfrau.
Saya : Dari Wengen naik kereta berikutnya 12.24 sampai di Jungfrau 13.35. Dari Jungfrau kami memilih keberangkatan 16.43 supaya tidak terburu-buru.

Penampakan tempat boarding untuk Tiket dengan seat reservation
Apa bedanya seat reservation dengan non reservation?
Well, ketika kami boarding untuk kereta Jungfrau-Kleinen Scheidegg, kami (para empunya seat reservation) didahulukan untuk masuk dan mengambil tempat duduk di dalam kereta, terserah dimana saja yang penting duduk 😊
Setelah itu, penumpang dengan tiket non reservation diperbolehkan masuk dan berdiri di dalam kereta.






Selain tiket, kami juga diberikan Jungfrau Railways Passport, isilah nama dan nama belakang untuk distempel ketika sampai di Jungfrau, sebagai kenang-kenangan atau sertifikat bahwa kami sudah pernah ke Top Of Europe. 

Boarding di Kleinen Scheidegg


Di Kleinen Scheidegg, kami pun boarding sesuai dengan tiket seat reservation individual berwarna hijau dan men-scan barcode tiket pada tools yang disediakan. Jangan khawatir, banyak petugas yang bersedia membantu. Yang penting itu sabar dan tidak desak-desakan. Jadilah turis yang baik dan sabar. Soalnya setiap ke Eropa, saya tuh sering memperhatikan turis dari salah satu negara di Asia Selatan dengan penduduk paling padat suka dorong-dorongan, gak sabaran dan gak mau antri. huuft.

Boarding di Kleinen Scheidegg dengan scan barcode terlebih dahulu. Ini penampakan kereta yang tadi kami gunakan dari Wengen.

Kereta yang digunakan dari Kl. Scheigen berbeda dengan kereta sebelumnya. Kereta bernama Jungfraubahn ini berwarna merah, (mungkin) dirancang khusus untuk menelusuri terowongan dalam gunung, dan kaca tidak untuk dibuka.

JUNGFRAUBAHN - kereta yang digunakan untuk menelusuri terowongan di gunung dengan cara mendaki.
Suasana di dalam kereta, terdapat papan informasi yang harus diperhatikan.

Kleinen Scheidegg-Jungfraujoch.

Sepanjang 9,3 km, kami menaiki kereta membelah gunung menuju Jungfraujoch. Urutan stasiunnya adalah Kl. Scheidegg - Eigergletscher - Eismeer - Jungfraujoch. Tekanan udara yang rendah dan melewati terowongan membuat telinga sakit dan kalau tidak tahan bisa membuat mimisan. haha. Saya sih enggak mimisan, cuma  berdarah aja di dalam hidung 😐 Seperti ini lah pemandangan dari kereta Kl. Scheidegg-Jungfrau, sebelum memasuki terowongan yang gelap.




TOUR

Mendarat di stasiun Jungfraujoch, kita disambut oleh toko souvenir, tempat untuk stempel Jungfrau passport, resto, tempat mengirimkan postcard, charging station, hingga ATM. Di dalam gedung ini, masih ada pemanas ruangan, sehingga kita tidak akan merasa bahwa sekarang sedang berada di pegunungan Alpen. Untuk memulai tour, kita tinggal mengikuti anak panah tulisan TOUR. 



Siapkan jaket tebal, sarung tangan, syal, ataupun penutup telinga anda dan selamat datang di Jungfrau tour yang menggigil. 


Jungfrau Panorama 

Bagian pertama yang ditawarkan tour Jungfrau adalah pemandangan Pegunungan Alpen, Jungfrau region dalam animasi 360 derajat!! Dalam satu ruangan gelap, di sini kita berdiri dan bisa melihat liuk-liuk wilayah Jungfrau dalam bentuk 4D disertai suara pegunungan berbisik. Animasi ini merupakan sinematik yang memenuhi seluruh dinding ruangan sehingga terlihat sangat nyata. Takjub, sudah pasti! 

Ruangan Jungfrau 360 derajat

Alpine Sensation. 

Rasakan nuansa pegunungan alpen, dalam satu bola kristal bertuliskan Little Dream of Switzerland.


Pintu masuk Alpen Sensation

Bola Kristal ukuran raksasa yang menampilkan negeri impian Switzerland. Benar-benar seperti di negeri dongeng.

Time travel

Tak ketinggalan sepanjang jalan tour, ada sejarah perancangan dan pembangunan Jungfraujoch, alat-alat yang digunakan saat pembangunan secara manual, sketsa perencanaan, dan lain-lain. Terdapat juga patung Adolf Guyer-Zeller yang merancang sketsa jalur kereta ini pada tahun 1893. Semua dapat Anda baca di Jungfrau Passport yang diberikan.

Jungfrau pertama kali didaki tahun 1811

Yang bisa aku katakan hanyalah, luar biasa, ini manusia-manusia Eropa tahun di abad 19-an, disaat nenek buyut aku masih dijajah (ya dijajah Eropa), mereka bisa aja udah berpikir untuk merancang jalan dan transportasi untuk  membelah gunung dengan alat-alat manual, tapi mereka sudah mengenal alat peledak. 
Selalu ada korban pada setiap konstruksi. Pada 26 Februari 1899, sebuah insiden ledakan terjadi dan merenggut nyawa 6 buruh yang kemudian dicatat pada "A Tribute to Tunnel Worker" di dinding. 
Suasana gelap di dalam tour Jungfrau alias di dalam gunung.

Ice Palace

Dari semua bagian tour, Ice Palace  adalah yang paling dingin. Kalau memang gak sanggup lagi dengan dinginnya istana es ini, Anda bisa memilih jalur exit dengan melambaikan tangan ke kamera. 😜 
Selain paling dingin, istana es yang dibangun pada tahun 1930-an ini, juga sangat licin. Karena licin, berhati-hatilah saat berjalan di Ice Palace. Disarankan untuk menggenggam hand drail yang disediakan.

Bisa kebayangkan dinginnya istana es ini?
Ada beberapa pahatan es, seperti keluarga beruang dan pinguin.


Lelah, kedinginan dan bisa mengakibatkan telinga sakit. Beginilah perasaan saat Jungfrau tour. Setelah dari Ice Palace, kami pun duduk dan istirahat sebentar di satu ruang rest area sebelum lanjut ke tempat berikutnya. Rest area ini hangat dan dekat dengan jendela yang ada mataharinya, bahagianya kalau kena matahari 💥


Glacier Plateau, 3454 m.

Yay! Ciao from the top of Europe 😆😆😆😆

Plateau adalah bagian terakhir dari Jungfrau Tour. Tempat ini merupakan dataran paling tinggi yang bisa dikunjungi pengunjung berupa hamparan gunung yang ditutupi salju abadi. Dari Jungfraujoch, kita dapat melihat puncak tertinggi di Eropa-Jungfrau (4158 m). Puncak gunung yang berselimutkan salju.


Tak dapat dipungkiri, yang asli jauh lebih indah dibanding foto
Wisatawan dapat mengambil banyak foto indah dan tak jarang saya melihat banyak wajah yang benar-benar takjub akan keindahan Pegunungan Alpen ini. Puji Tuhan!
Kami pun memegang salju yang membeku lalu cair di tangan. Ini adalah salju sungguhan yang melingkupi Alpen. Dan ya.. ini adalah puncak-puncak gunung salju ter-elok yang pernah memanjakan mata saya.


Ada dua bendera Swiss yang bisa menjadi spot foto. Bendera ini ditancapkan pada tahun 1912 sebagai tanda pembukaan Jungfrau Railway.
Cuaca cerah dan matahari bersinar terik di musim semi membuat kami merasa beruntung dan bersyukur. Puncak gunung dan langit yang biru terlihat sangat bagus, layaknya lukisan. Pengunjung pun ramai di plateau ini.


My lovely mom 💓

Plateau pun menjadi bagian akhir dari tour hari ini. Setelah selesai berfoto dan menikmati kehangatan matahari, kami pun kembali ke dalam gedung untuk makan siang di restaurant sambil memandang hamparan salju. 

Porsi makanan yang disajikan di resto ini cukup besar, saya memesan dua porsi untuk tiga orang aja sudah kenyang sekali. Harganya juga cukup terjangkau memang standard Switz, untuk satu porsi nasi kari ayam sekitar CHF 25 ada juga pork dan french fries CHF 21.

Sekitar pukul 16.30 kami berjalan menuju Stasiun Jungfraujoch untuk mengantri boarding kereta 16.43 yang telah kami pesan.


Kesan : Sama sekali tidak menyesal dengan harga segitu mahal dan bikin aku makan kerupuk selama sebulan untuk Jungfrau tour, sangatlah setimpal. Pengalaman yang saya dapatkan sungguh tidak terukur pesonanya, tidak hanya alam tapi juga kekaguman akan konstruksi pembangunan sejak dulu dan pemeliharaan hingga sekarang. 

Jangan pernah ragu untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi itu! Ayah saya saja, setelah umur 60 tahun baru kesampaian plesir ke Pegunungan Alpen. (Selama ini penghasilannya fokus untuk menyekolahkan anak-anak, katanya 😂). Yang penting itu tekad yang kuat dan menabung demi sesuatu yang kita inginkan. 😊
You dont have to be rich to go travel :) God bless you!

 Catatan Kecil :

  1. > Sangat disarankan untuk membawa jaket tebal, sarung tangan, penutup telinga dan syal terutama untuk orang tua. Ice palace itu dinginnya bikin menggigil. Dan jangan memakai sepatu yang solnya licin.
  2. > Dengan Swiss Travel Pass, anda bisa menghemat 50% biaya untuk membeli tiket Jungfrau. Dengan CHF 196 (sekitar 2,7 juta rupiah) per orang, namun kalau tanpa diskon Travel Pass, sekitar CHF 392 per orang.
  3. > Jangan khawatir, sistem transportasi di Swiss sangat bagus dan officer sangat ramah serta siap membantu perjalanan anda. Selalu cek www.sbb.ch untuk jadwal transportasi di Swiss, realtime dan dilengkapi dengan nomor gleis (platform).
  4. > Selain yang saya sebutkan, ada juga Sphinx Terrace (3571 m)  dan Aletsch Glacier yang menjadi tempat  "Snow Fun" bermain yang bisa dikunjungi dalam tour ini. Tapi sebagai manusia tropis yang biasa, tidak bisa bermain ski atau permainan salju lain, maka tournya hanya yg tertera di blog ini.
Ciao from the top of Europe!

Wednesday, 8 March 2017

Jalan-jalan di Swiss : Danau hingga Pegunungan

12:46 30 Comments



Siapkan jaket tebal dan pundi-pundi anda, karena kita kan segera meluncur ke Negara dengan Biaya Hidup Paling Tinggi (also high Take home Pay dan kesejahteraan hidup yang tinggi) di Eropa dengan bentangan alam paling indah~

Bertolak dari Netherland menuju Switzerland. Melesat hingga 300 km/jam, kami menempuh Amsterdam ke Paris dengan Thalys, transit di Paris lanjut dengan TGV Lyria (96,50 Euro atau sekitar 1,360,000 rupiah)



“Wow jadi begini rasanya naik kereta cepat”
Thalys dan Lyria
Berplesir selama di Swiss, kami mengunakan Swiss Travel Pass. Swiss Travel Pass adalah all-in-one tiket untuk menjelajahi Swiss dengan transportasi publik seperti kereta, bus, tram dan kapal serta potongan 50% jika anda ingin menaiki gondola atau kereta gunung di Pegunungan Alpen (Jungfrau Region). Seperti motto mereka : Enjoy total travel freedom – with just a single ticket. Juga free entrance 500 museum.

Siahkan dicek di https://www.swiss-pass.ch/swiss-pass/

Budget dan itinerary Europe Trip lengkap, bisa dilihat di http://keep-wanderlust.blogspot.co.id/2016/07/ke-eropa-dengan-20-juta-selama-17-hari.html


Zurich


saturday night di Stasiun Zurich HB

Sama seperti negara Eropa lainnya, mereka memiliki tourist information yang lengkap dan gratis di setiap stasiun besar kereta. Jadi, kalau ada perlu apa2 atau pertanyaan, carilah logo i. Mereka menyediakan informasi lengkap dan peta-peta kota secara gratis.
Tourist Information di Stasiun Zurich HB
angsa-angsa berenang damai di danau Zurich

screenshot jadwal kereta SBB CFF FFS tujuan Winfelden (tujuan kami)
Selama beberapa hari di Swiss, kami mengamati bahwa masyarakat di sana adalah masyarakat yang elegan dan tenang. Contoh, selama di kereta, kami memperhatikan orang-orang tidak ada yang ketawa ngakak, mereka tertawa pelan dengan indahnya. Tidak ada yang tidur di kereta, kalau bukan mendengar musik, mengobrol, membaca buku, dan kerja di laptop masing-masing.

Pesiar di Danau Lucerne dan Danau Interlaken

Danau Lucern, danau keempat terbesar di Switzerland, terletak di kota Lucern, sebuah kota klasik tak jauh dari Zurich. Tiba di Stasiun Luzern, dibutuhkan 3 menit untuk berjalan ke Luzern Bahnhofquai, dermaga tempat kami menunggu kapal untuk pesiar di Danau Lucern. Jadwal kapal berikutnya pukul 15.15 waktu setempat dengan cuaca mendung dan gerimis mengguyur, suasana dermaga terlihat sepi.
suasana di dermaga Lucern..kelabu
Kapal yang kita naiki di Lucern.

Lucern menyajikan pemandangan pegunungan dan bangunan heritage yang mengelilingi Danau Lucern selama lebih dari 2 jam.
Fairytale comes true, kabut2 di rumah kayunya epic banget


Kapal ini terdiri atas dua kelas, 1st class dan 2nd class. 1st class terletak di dek atas, sementara 2nd class di dek bawah. Semua tergantung travel pass yang anda punya.
berfoto di dek depan ruang nakhoda. Ini ekspresi sesaat sebelum awak kapal datang dan ternyata tempat ini dilarang masuk.

Perpaduan antara tetesan air hujan dan kabut mendekor rumah-rumah kayu di bibir danau, layaknya tanah impian di negeri dongeng. Saya tidak membayangkan Lucern akan semolek ini. 
Di kapal ini juga ada chef yang siap menyajikan berbagai meal and beverage yang bisa menghangatkan.


average harga untuk makan berdua *buseet* CHF 53 atau sekitar 697,000 rupiah
Selain Lucern, kami juga menaiki kapal pesiar di Danau Interlaken keesokan harinya. Danau Interlaken terletak di kota Interlaken, di bawah kaki pegunungan Alpen. Dari atas kapal pesiar di Interlaken , kami bisa melihat pemandangan kaki pegunungan alpen dan air terjun yang mengalir di sisi pegunungan.
interlaken
 Menaiki kapal pesiar selama dua jam di Interlaken, kita diperbolehkan berhenti dan keluar dari kapal  untuk jalan-jalan sebentar di salah satu dermaga (maaf lupa). Tapi karena saat itu hujan gerimisnya agak deras, kami gak bisa pergi terlalu jauh. Dingin banget.


Interlaken Lake

Interlaken Lake dan Pegunungan Alpen

Rheinfall. The biggest waterfall in Europe.


Baru kali ini kami menaiki kapal kayu melawan derasnya arus air terjun untuk mencapai satu tebing untuk titik mengambil foto.
Lebar 150 m dan tinggi 23 meter menjadikan Rheinfall sebagai air tejun terbesar di Eropa. Tidak ada air terjun lain di Eropa yang akan memberikan anda pengalaman boat trip seperti di Rheinfall. Kami pun mencoba boat trip seharga CHF 12 (sekitar 157,000 rupiah)  menuju tebing di pertengahan deburan air yang jatuh. Menakjubkan.

Boat yang menuju tebing air terjun
suasana di dalam boat (tanpa life vest). Tapi lebih safety lah daripada kapal kayu di danau toba haha


Tebing dan tangga yang ada di tengah air terjun adalah spot foto.

First, Alpen.


Alpeeeeeenn!!!!!!!!!!! 
Alpen, Switzerland selalu berada dalam daftar rekomendasi destinasi bersalju.


Perjalanan ke alam kala itu seperti membawa kami ke negeri dongeng. Dengan kereta uap lawas menelusuri  pinggiran Danau Interlaken hingga berpapasan dengan Pegunungan Alpen. Perpaduan hijau zamrud  dan putih kapas ditambah rumah-rumah kayu yang hangat. Tidak ada suara bising kendaraan, yang ada hanya suara alam menggema. Aroma rerumputan yang basah karena hujan mengingatkanku pada kesejukan.
Jendela kereta uap bisa dibuka seperti KRL untuk mengambil foto dan menikmati pemandangan

Sebagai orang tropis yang sama sekali belum pernah menyentuh salju, di hari kedua, kami pun bangun pagi untuk menaiki kereta ke stasiun Bern. Kereta listrik sampai stasiun Interlaken Ost, dilanjut dengan kereta uap  hingga tiba di stasiun Grindelwald.
Sepanjang jalan, banyak toko-toko souvenir dengan harga affordable hingga tak terjangkau. Toko tutup jam 6 sore.

Pemandangan ketika jalan kaki dari stasiun Grindelwarld ke stasiun Gondola First

Berbekal jaket bulu, boots, topi kupluk dan sarung tangan yang sudah dipersiapkan, kami pun berjalan menuju stasiun gondola First, yaitu stasiun pertama dalam tour Alpen. Kalau anda punya waktu dan dana yang cukup, bisa saja langsung menuju Jungfraujoch (spare waktu 3 hari) , puncak tertinggi di Eropa.
Keuntungan memiliki Swiss Travel Pass adalah mendapatkan diskon 50% untuk menaiki gondola, sehingga kami cukup membayar CHF 29 (sekitar 380,000 rupiah).


Sebelum mencapai First kami berhenti di dua stasiun sebelumnya yaitu, Bort dan Schreckfeld. Sampai di Bort saja, sebenarnya sudah ada salju, namun ini tak menghentikan langkah kami untuk naik gondola lagi hingga sampai First. Menyentuh salju kemudian berfoto.
Tap ticket pada setiap stasiun untuk dapat naik gondola
First, 2168 m atau 7113 ft, tepiskan bayangan anda bahwa salju akan membuat anda menggigil. Nyatanya di First lebih hangat daripada di stasiun paling bawah. 
Puji Tuhaaann!!! Sampai di First ! :))

Sebenarnya salju itu ya begini saja, sejauh mata memandang cuma putiiiihhh
Masih banyak destinasi Jungfrau Region yang ingin saya sambangi. Semoga di lain waktu, masih ada kesempatan.
Update Mei 2017 :
Puji Tuhan kesampaian juga ke Jungfraujoch..


Kontur Jungfrau Region, Alpen
Peta segala transportasi di Alpen. Bisa dilihat di sebelah kiri, adalah First. Silahkan dicari Jungfrau dimana😍


Travelling is like flirting with life. Its like saying, I would  stay and love you, but I have to go.-Lisa St Aubin de Teran.

Catatan kecil :
1.    Beli Swiss Travel Pass untuk menghemat perjalanan (sangat menghemat). Bisa untuk naik kapal, tram, bus, dan kereta. Kecuali memasuki Jungfrau Region, kamu harus beli tiket lagi namun dapat diskon 50% harga dengan Swiss Travel Pass.
2.    Salah satu souvenir yang berkesan adalah bila anda melakukan perjalanan dan mengirimkan kartu pos ke kerabat/teman anda di Indonesia. Contoh, saya mengirimkan kartu pos dari Swiss dengan hanya CHF 1 (sekitar 13,000an rupiah, dibanding mengirim kartu pos dari Indonesia ke Eropa sekitar 6,000 rupiah).
3.    Jangan kaget setelah dari Belanda lalu ke Swiss, lonjakan harga yang begitu tinggi. Sebagai contoh, kereta listrik dari Zurich Hb menuju Winterthur (kurang lebih 40 menit), seharga CHF 27 (sekitar 355,000 rupiah) .
4.    Untuk menaiki tram di kota, meskipun tidak ada pemeriksaan tiket atau tapping tiket, anda harus tetap membeli tiket. Karena bila ketahuan tidak memiliki tiket, denda yang dikenakan cukup tinggi yaitu CHF 100 (sekitar 1,3 juta rupiah)
5. Jika ingin membeli suvenir seperti jam tangan (Swiss terkenal akan jam tangannya), anda bisa melihat banyak toko suvenir di sepanjang jalan stasiun Grindelwald. Harga mulai dari CHF 70 (sekitar 921,000 rupiah) hingga CHF 1000-an.
6. Volg. Supermarket mini layaknya indomart, tempat anda bisa membeli cokelat asli Swiss.


Danke keluarga Scherer for nice staying and warm welcome. Makasi bibiik 😽


God bless you..