Saturday, 14 October 2017

Itinerary London 4 hari

20:38 0 Comments

My first impression about London: London itu seperti rujak! Gak cuma ada mangga, tapi ada pepaya, bengkoang, dan jambu biji. Begitulah keanekaragaman ras orang yang hidup di sana. Kebanyakan adalah ras Caucasian, Tionghoa dan tentu saja India. Selain Belanda, saya juga menjumpai banyak orang Indonesia di London.

Baca juga : Sebelumnya di Edinburgh
Transportasi di London
Oyster Card 
Oyster Card #junjunganque
Harga : mulai £15 dengan saldo £10 dan deposit £5
Oyster Card adalah kartu ajaib dengan konsep pay-as-you-go, Oyster Card bisa digunakan untuk transportasi bus, tube (kereta listrik), tram, DLR dan Overground. Kartu ini mirip dengan uang elektronik seperti Flazz, Tap cash, e-money yang kita gunakan untuk naik KRL atau Transjakarta. 
Kalau saldo-nya sudah hampir habis, bisa di top-up di mesin mandiri yang disediakan di semua stasiun. Top up bisa dilakukan dengan menggunakan uang kertas poundsterling.
Penampakan di pagi hari, High Street Kensington Underground Station. Nah, kalau melihat tanda lingkaran merah seperti itu, artinya Underground Station ya.

Berdasarkan pengalaman dan kebutuhan, kami lebih sering menggunakan Tube dan jalan kaki. Untuk tube, selama di sana, kami hanya menggunakan jalur Circle, District dan Piccadilly. Jangan khawatir, peta transportasi di London hampir sama seperti peta Transjakarta namun dengan versi yang lebih komplit. Tidak susah kok untuk memahaminya. Langsung praktek di sana aja ya. Gampang, beneran deh yang penting sudah tau tujuan terlebih dahulu.
 Peta ini bisa diunduh di https://tfl.gov.uk/maps/track/tube
Recommended hostel
Safestay London Kensington park
Harga : sekitar IDR 350,000 per malam per orang untuk mixed dorms 30 sleep.
Sarapan buffet disediakan dengan harga £4,5 per orang. Opsi lain, bisa juga beli roti, pisang dan susu di luar cuma ngabisin £2. Silahkan booking di Hostel World
sumber : https://tripvena.com/en/safestay-holland-park/133845316/bed-in-24-bed-dormitory-room.html

Lokasi hostel yang didominasi warna ungu ini, sangat strategis dari Victoria Station naik tube turun di High Street Kensington Station lalu berjalan kaki. Hostel ini murah, bersih, pelayanan okey (lebih okey Castle Rock Hostle di Edinburgh sih), ada ruang berkumpul dan tempat billiardnya. Dari hostel bisa langsung melihat pemandangan Holland Park yang aduhai alias banyak mas-mas dan mbak-mbak Eropa yang berjemur😂

Day I :
📍Kensington Palace
Download peta Kensington garden di sini.
Cukup berjalan kaki di siang yang terik ke Kensington Palace. Musim semi benar-benar memberikan kesempatan bagi matahari untuk memancarkan pesonanya. Saking panasnya adalah turis yang pakai payung, padahal se-Kensington gak ada yang pakai payung. Dasar Asia!🙈 Panasnya seperti panas Medan soalnya, gak usah pala sok-sok kali berjemur yee kan.
Istana Kensington terkenal saat menjadi tempat tinggal setelah Prince Charles dan Princess Diana menikah. Meskipun masih menjadi tempat tinggal beberapa bangsawan, Istana Kensington kini juga menjadi museum terbuka untuk publik.  Kalau tertarik dengan kehidupan dan sejarah tentang fashion Lady Diana, Anda bisa membeli tiket di sini . Harga tiket dewasa £15,5, buka dari 10.00-18.00.
Patung Queen Victoria di depan Kensington Palace.
Di depan Istana Kensington, terdapat Monumen Patung Queen Victoria. Patung marmer ini menggambarkan coronation Queen Victoria menjadi Ratu Kerajaan Inggris di umur 18 tahun. Lebih lanjut, dengarkan kisah tentang Queen Victoria melalui device anda dengan membaca barcode yang disediakan di depan patung.
Di siang hari itu, kami menghabiskan waktu bersantai di taman Kensington, seperti penduduk lokal lainnya.
Suasana di Kensington Garden, bebek-bebek yang berenang dengan damai.

📍Royal Albert Hall
Penggemar teater atau konser? Pasti pernah mendengar tentang Royal Albert. Gedung konser besar ini, terletak di Kensington.
Sebelum bertandang ke sini, cek dulu website Royal Albert Hall, siapa tau ada pertunjukan menarik pada saat tanggal kedatangan Anda. Ada yang berbayar, ada juga yang gratis.
sumber : https://www.royalalberthall.com
Day II : 
📍Buckingham Palace
Kami di depan Buckingham Palace. (baca : Baking'em, begitulah kira-kira Londoners) 
Buckingham, guyss!! Buckingham!!Betapa bahagianya akhirnya bisa melihat langsung istana yang biasanya dilihat di televisi tabung sejak kecil😂
Menuju Buckingham, kami naik tube dari High Street Kensington ke St. James Park, kemudian berjalan kaki. Tujuan utama ke Buckingham Palace adalah melihat prosesi pertukaran penjaga a.k.a Guard Changing setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 11 siang, tapi sayang sekali hari itu tidak ada guard changing ceremony.
Jadwal guard changing bisa dilihat di sini.

Tuh kan, no guard changing today..eta teh naon, si mas penjaganya malah sadar kamera.

📍Westminster Abbey-Parliament House-Big Ben 
Pesan dari sponsor (Faya & Tere yg katanya masih available dan berpesan 'Grab them fast'): makan siangnya di cafe Wesley's Grab&Co yang terletak di seberang Westminster Abbey. 
Upacara pernikahan Prince William dan Kate Middleton bak kisah dongeng berlangsung di Westminster Abbey. Cukup ditempuh dengan berjalan kaki dari Buckingham Palace.
House of Parliament, pusat pemerintahan Inggris. Dulunya sebagai Istana Westminster, tapi sekarang dijadikan tempat bertemunya House of Lords dan House of Commons. It where parliament happens. The Lords itu levelnya di atas Menteri. They have their final say on new laws. Ibaratnya DPR dan jabatan menteri.
House of parliament & Big Ben di Victoria Tower. Btw, semua serba Victoria ya di London ini. Sungai ini adalah Thames River dan Westminster Bridge-nya.

Big Ben!!!! Sampai juga anakmu di sini, mak😂 Jam raksasa empat sisi terbesar keempat di dunia. Jam super besar ini menjadi icon London, kamu bakal sah ke London bahkan Inggris kalau sudah berfoto di depan Big Ben. Setiap 15 menit sekali, Big Ben berdentang.  Tapi, sejak Senin 21 Agustus 2017, Big Ben akan berhenti berdentang selama 4 tahun, karena ada renovasi. Beruntungnya kami, ke London saat Big Ben masih berdentang.
Tips berfoto bagus untuk mendapat view Big Ben adalah dari Westminster Bridge. Selalu berhati-hati di area ini dan jaga barang bawaan Anda, karena sangat banyak pengunjung di Westminster.

📍Thames River & Westminster Bridge
Kalau Paris punya Sungai Seine, maka London punya sungai Thames. Warna sungai Thames sungguh cokelat, karena sungai ini menjadi jalur kapal-kapal dagang sejak zaman perang dunia.
Salah satu jembatan yang membelah Thames River adalah Westminster Bridge yang terletak di belakang Istana Westminster. 
Foto ini (walaupun miring karena Faya yg ambil fotonya), saya dedikasikan untuk Mas Aka yg sudah mau jauh-jauh datang ke London buat nemanin kita jalan. Sukses studynya di UK ya mas!

📍Tower Bridge
Kalau ingat film Wonder Woman terbaru yang diperankan Gal Gadot, pertama kali dia tiba di London dengan kapal yang menelusuri sungai Thames dan diperlihatkanlah Tower Bridge yang kokoh. Dan saya masih ingat Tower Bridge ini pernah menjadi cover buku pelajaran Bahasa Inggris waktu saya kelas II SMP, akhirnya sampai juga di sini😂
Tower Bridge, kokoh berdiri sejak 1894. Jembatan ini akan terangkat kalau ada kapal yang ingin melintas di bawahnya

Untuk menuju Tower Bridge, kami menumpangi Tube dari Underground Waterloo turun di Tower Hill. Setelah berfoto dan melewati Tower Bridge dengan berjalan kaki, kami pun menyempatkan diri untuk mencoba jajanan lokal, caramel nut seharga £2. Banyak gerobak yang menjual kacang panas, ibarat cilok lah, lengkap sudah perjalanan ala Londoners.

📍Primark-belanja puas harga murah!
Kehabisan baju? beli di Primark, basic tee cuma £2. Tas putus akibat kelebihan beban, beli aja di Primark backpack lucu cuma £7. Belum lagi baju-baju murah lucu lain yang gak bisa dibeli karena yakin koper gak kan muat. Ada juga kosmetik yang semua serba £1. Gak ngerti lagi lah, kalap di Primark. Oleh-oleh mending beli di sini aja, ya gimana namanya juga yang dibawain kan bukan satu dua orang yeee kan.
Aku betah lah hidup di London yang katanya 'mahal', selama ada Primark, aku pasti bisa bertahan hidup. #andalanque


📍China Town
Akhirnya makan enak haha. China Town itu artinya ya makan enak, makanan asia yang ada nasi, sup, daging ayam panggang dengan cita rasa Asia. Puji Tuhan..
Selain itu, ada juga ALL TIME FAVE RESTO : CHOPSTICK! Letaknya di depan King Cross Street Station. Wajib dicoba.
Sempat terpikir, apa aku buka Babi Panggang Karo aja ya di London? Pasti banyak yang suka apalagi kalau pakai andaliman.
Day III :
📍Buckingham Palace 
Karena kemarin gagal melihat Guard Changing Ceremony, kami pun mencoba peruntungan lagi. Dan ternyata gagal, there is no guard changing that day. Apa ini artinya aku harus kembali lagi ke London?
Patroli pangeran berkuda di sepanjang jalan menuju istana. 
Victoria Memorial di depan Buckingham.
📍London Eye at daylight
Cobain deh pengalaman melihat London dari London Eye, selama lebih kurang 30 menit. Tiket dapat dibeli online di sini, harga tiket mulai £19.50. 
Nikmati pemandangan arsitektur kota London yang tak terbatas. Ke-khas-an arsitektur Eropa memang selalu membuat kagum. Beraneka dari istana megah ratusan tahun silam hingga bangunan eksterior modern menghiasi London, termasuk Thames River. 
Londonnn, Londooonn, ingin ku kesana...woww woww..-The Cangcuters
Dari kiri searah jarum jam : London Eye; kapsul London Eye ; pemandangan London dari London Eye.
Kami : contoh turis Asia yang pakai payung, karena memang panas loh.🌞

📍Sherlock Holmes Museum
AAAAKKK!!!Benedict Cumberbatch!!!
Well, he is not Cumberbatch btw. Tetapi, ini adalah Bapak penjaga Museum Sherlock Holmes yang ramah dan sangat memahami perannya. Dedikasi yang tinggi, setia banget dimintai foto, gak cuek, mantap banget pelayanannya
Penggemar Sherlock Holmes harus mengunjungi museum yang terletak di 221B Baker Street ini. Naik tube turunnya di stasiun Baker Street ya, kemudian jalan kaki.
Di dalam Sherlock Museum juga dijual cenderamata Sherlock Holmes.
Acungkan tangan untuk yang suka Sherlock Holmes gara-gara Benedict Cumberbatch 🙋
Bagaimana pun juga si seksi Cumberbatch tidak bisa dipisahkan dari image witty, cuek, dan anehnya Sherlock Holmes. Love banget lah sama abang itu. Walaupun gak ketemu langsung, setidaknya sudah pernah berada di kotamu, bang.. Maaf ya sempat-sempatnya fan girling. 😗

📍London Eye at night
FAVOURITE PHOTO SPOT!
Pendar cahaya lampu pada lingkaran bianglala London Eye, kadang berwarna merah kadang berwarna biru. Lihat saja, indah sekali bukan, aslinya lebih indah lagi. Kami pun piknik di hari yang gelap musim semi itu, tepat di depan London Eye, sambil ketawa ketiwi gosip dan ngomongin orang yang pacaran di depan kami dengan berbagai pose, (biasalah sirik) hahaha. 
Mempesona sekali London pada malam itu, terlalu dingin untuk dilewatkan seorang diri.
Terima kasih untuk malam yang hangat di bawah London Eye💕
Day IV : 
📍Portobello Market-Toko Cenderamata
Berjalan kaki dari Safestay Hostel menuju Portobello Market untuk membeli oleh-oleh. Portobello Market terkenal dengan kios jalanannya yang murah dan bisa ditawar. Cenderamata itu sekitar £10 untuk 12 gantungan kunci/magnet kulkas.
Salah satu toko suvenir di Portobello Market.
Hanya empat hari saja di London, saya merasa sudah cukup karena harus ke London Gatwick terbang ke Roma. Sesampainya di Gatwick, saya pun mengembalikan Oyster Card dan refund, siapa tahu masih ada sisa uang di dalamnya. Lumayan.


"This was our happy place. It's not so happy now. WHY?"-sebuah tulisan di teralis Thames River.
Kesan saya mengenai London, sebenarnya, I'm not really into London, karena kotanya sudah terlalu ramai, banyak kendaraan lewat, polusi udara tinggi dan berisik layaknya kota metropolitan lain. Ada apa dengan London yg menjadi favorit wisatawan ini? Apa saya yang terlambat untuk bertandang ke London? Jangan-jangan tulisan, "London was a happy place but it wasn't so happy now" ini, ada benarnya ya. Meskipun begitu, tidak ada salahnya berplesir ke ibu kota kerajaan yang selama ratusan tahun tetap berdiri dan disegani dunia ini.
Saya ingin mematahkan mitos London itu mahal, the truth is London itu standard kok, standard seperti Eropa Barat lainnya ya, kecuali Swiss, karena Switzerland itu jauh lebih mahal. Susu sebotol aja lebih murah di London daripada di Jakarta.Juga mitos yang mengatakan bahwa London Kota Hujan (?). Uhmm, apa saya kurang beruntung ya, karena selama di sana saat musim semi, matahari bersinar dengan teriknya, meskipun ada satu hari gerimis.

Catatan kecil:
1. Bawa baju secukupnya saja, sisanya beli di Primark bajunya murah tapi bagus. Ada juga Sainsbury's kalau mau beli makanan yang murah.
2. Jangan pernah menukarkan uang di money changer di terminal kecuali terpaksa. Lebih baik tarik uang via atm loh, menurutku.
3. Guide to and from airport. Menuju Heathrow, kamu bisa menggunakan Oyster Card menumpangi Tube kemudian dilanjut dengan bus ke Heathrow. Menuju Gatwick (lebih dekat daripada HTW), juga bisa menggunakan Oyster Card dan menumpangi Tube. 
Tapi, kalau terburu-buru, mereka menyediakan Heathrow Express dari Paddington Station seharga £22 atau dari Victoria Station ke Gatwick dengan Gatwick Express £17.8.
4. Bawa sweater atau jaket yang tidak terlalu tebal, selalu pakai sunscreen, kacamata hitam, sepatu yang comfy untuk jalan kaki dan payung.
5. Bawa kartu remi dan beli Bertie Bott's Every Flavor Beans. Ituloh permen Harry Potter dengan aneka rasa, dari lime, vomit, hingga rasa upil. hahaha.  Biar liburan lebih seru! Malam hari setelah capek kesana kemari, kami pun bermain kartu di hostel. Permainan yang lucu-lucu dengan kartu remi. Kalau kalah makan permen Harry Potter.😃
6. Kalau pengen pipis, kami sih numpang di gedung perkantoran terdekat atau Rumah Sakit terdekat😆
God bless you😊
Jangan lupa baca juga Tips pemula mengajukan visa UK

Thursday, 12 October 2017

Calendar 2018 plus public holiday (printable)

16:17 0 Comments
Hello October!

It's time to plan your vacation in 2018😁
Count your annual leave, check public holidays and hunt promo and cheap flight ticket!

To make your plan easier, I create this beautiful calendar 2018 (complete with public holidays) special for you.
I made it using Ms. Word for beginner that you can create your own too 😉.
For header and footer, I use flower decoration-just like my blog's- created by Sora.
Hoping that you will always remember how blessed you are.



Pardon that black line, it is a printer mark..hope your printer better. Ini aja nge-print di kantor😂


If you want to use this calendar above, get your copy here, print using A4 paper size.
Or if you want calendar with simple travel tips below, get your copy here, print using A4 paper size.


Calendar with travel tips. Place you can visit in spesific months.
Deep green.
Another option, if you think flowery stuff smells too feminim, you can get this copy of deep green here.

Not only for planning vacation, maybe you want to save the date for your friend's wedding (perhaps your wedding) or mark calendar for Bruno Mars' concert or anything, you can use this calender.


Hope this simple calendar 2018 can help you to make plan in 2018😇

P.S. Very important! Bruno Mars is going to have a concert in Singapore in May 6th 2018. Wish he will come to Jakarta too. Finger crossed.🙏


Merci pour l'inspiration, mon amie Lafi :*

Monday, 25 September 2017

Edinburgh : kota klasik lahirnya Harry Potter

23:55 0 Comments

Terkenal sebagai kota seribu kastil dan masuk ke dalam United Nation World Heritage List, Edinburgh (dibaca : Edinbrah) berhasil merenggut hati saya dengan bentangan arsitektur kuno yang mereka miliki.
Bagaimana bisa kota dingin ini membuat saya rindu setengah mati dengannya?
Musim semi 2017, saya dan teman-teman jalan-jalan ke United Kingdom. 
Meskipun banyak kota yang kami kunjungi, kami sepakat bahwa ibu kota Scotland  adalah tujuan wisata yang paling bikin merindu.
I would defenitely like to be back to Edinburgh.😍

Basel-Edinburgh 
Saat itu saya sedang berada di Swiss, sementara teman-teman sudah sampai di Edinburgh duluan. Saya pun terbang dengan Easy Jet dari Basel Airport menuju Edinburgh Airport, lebih kurang 2 jam perjalanan, tibalah di Edinburgh Airport. Btw, harga tiket pesawat Basel-Edinburgh €74,46 (sekitar 1,116,000 rupiah). Dari Weinfelden (tempat tinggal) ke Basel, menghabiskan waktu lebih dari 2 jam perjalanan  dengan tiket seharga CHF 58.40 (sekitar 816.814 rupiah) *nangis darah*. Switzerland itu cantik namun menggigit kantong banget 😹 Tapi memang tidak ada direct flight dari Zurich ke Edinburgh, padahal kalau ada, saya cukup merogoh CHF 27 hanya untuk mencapai Zurich Airport.
Omg omg omg! I cant breath! Puji Tuhan ya sampai juga di United Kingdom. Hi Edinburgh :)

Castle Rock Hostel
Saya pun dengan semangat baru menuju Castle Rock Hostel, hostel ini terletak di balik Edinburgh Castle. Saya menaiki tram dan turun di West Prince Street lalu berjalan kaki jauh menaiki gunung sambil narik-narik koper. Tanpa paket data, saya hanya mengandalkan screenshoot gmaps yang dikirimkan teman saya dan bertanya pada salah seorang penduduk lokal. Mas Edinburgh-nya baik banget😂 Tidak hanya menunjukkan jalan, beliau juga mengantarkan saya jalan kaki hingga sampai persimpangan hostel, bahkan menawarkan untuk membawakan koper (saya tolak karena takut berutang sesuatu, kemudian menyesal tidak menerima tawaran itu karena ternyata jalannya terlalu jauh) 😂.  "Enjoy your stay here!". Scottish gave me a very good first impression.
Saya turun di West End Princes Street dan berjalan kaki (rute dot warna biru), kebayang kan jauh nya. Seharusnya turun di Princes Street dan mengikuti rute berwarna merah yang lebih pendek.
Saya sangat merekomendasikan hostel ini, karena selain harga murah (sekitar 200,000 rupiah/malam utk 16 female dorm), pelayanannya mantap, petugas ramah, kamar cozy, hostel dengan bangunan kastil kuno ini memiliki ruang makan besar yang lengkap dengan kopi, teh, susu atau coklat panas yang bisa dinikmati kapan saja secara gratis. Yasss, coklat panas 🙌
Terdapat juga ruang berkumpul yang terdapat piano, sofa, meja besar, nyaman untuk nongkrong. Cukup membayar £1.5, kita sarapan sepuasnya, dengan menu English breakfast sederhana. Roti dengan pilihan bermacam selai, pisang, apel, jus orange, dan sereal. Saya dan teman-teman sering nongkrong di ruang makan, sambil ketawa-ketawa, ngitung pengeluaran segala perutangan dan melihat-lihat orang yang juga tinggal di hostel tersebut berinteraksi.
Salah satu ruang nongkrong di Castle Rock Hostel, seriusan ini tempatnya nyaman dan hangat banget. Sumber : https://id.pinterest.com/pin/369154500677975207/?lp=true
Try this delicious hog roast makan siang di oinkhogroast terletak di Victoria Street, makanan tak halal.

Prince Street Gardens
Berbekal peta dan intuisi, kita berjalan kaki dibelai angin dingin Edinburgh menuju Princes Street Gardens yang memang dekat dengan hostel. Sama seperti di negara eropa lainnya, Edinburgh dapat ditempuh dengan berjalan kaki, lumayanlah, untuk menghangatkan badan.
Prince Street Gardens adalah taman yang dibuka untuk umum, terletak di balik Edinburgh Castle. Dari sini, kita bisa melihat kemegahan Kastil Edinburgh menjulang ke langit.
Edinburgh Castle view dari Prince Street Garden
Suasana di Prince Street garden saat musim semi. Pojok kiri atas : "The Origin of the Rock" menceritakan tentang asal muasal bebatuan yang menjadi fondasi Edinburgh Castle terbentuk dari erupsi volkano sekitar 340juta tahun silam. Pojok kanan atas: bangku taman sumbangan dari warga, biasanya terpatri, "In Loving Memory Of ......".
Di Edinburgh, terdapat juga taman privat yang tidak terbuka untuk umum, walaupun letaknya di tengah kota. Kami menemukan Queen Street Gardens, yang hanya dikhususkan bagi pemegang kunci, which is not us.
Pengumuman bagi para pemegang kunci Queen Street Garden.


New Town dan Old Town
Edinburgh memiliki keduanya, yaitu Old Town dan New Town.
Bahkan berfoto di pintu rumah saja, antik dan cantik.
Menelusuri Old Town membuat saya yakin kenapa kota ini dijuluki Kota Seribu Kastil. Kebayang gak sih, ratusan tahun yang silam, hamparan jalan yang sekarang dipenuhi mobil modern atau toko-toko suvenir di depan bangunan, dulunya dipenuhi lalu lalang penduduk yang menjajakan barang dagangannya persis seperti yang kita lihat di dongeng disney atau Diagon Alley-pasar fiksi Harry Potter. Pun Scotland menyumbang mitos seperti Loch Ness dan Unicorn. Kebayang juga gak sih, seperti yang ada di dongeng masa-masa kerajaan melibatkan pelaut hingga penyihir, bahwa semua bangunan kastil ini merupakan satu kesatuan arsitektur yang dihubungkan lorong bawah tanah? 
Old Town
Old Town adalah daerah dengan arsitektur bangunan kastil tua, dipenuhi dengan labirin dan lorong yang ditempuh dengan berjalan kaki.
New Town adalah daerah yang sudah lebih modern, berhiaskan bangunan bernuansa Georgia, dengan jalan yang lebih rapi. New Town merupakan lokasi rumah-rumah megah Edinburgh.
Segaris lurus, sungguh rapi New Town ini.
Calton Hill
Bukit menakjubkan yang buka selama 24 jam ini, bisa dikunjungi saat masih terang untuk melihat hamparan Kota Edinburgh dari atas bukit ataupun ketika hari sudah gelap sekitar pukul 10 malam saat musim semi. Kami juga mengunjungi Calton Hill untuk melihat lampu-lampu Kota Edinburgh seperti yang menghiasi kartu pos.
Edinburgh view from Calton Hill and the postcard.

Calton Hill terletak di ujung Princes Street, pegel juga sih jalan ke sana. Apalagi saat malam hari, dingin nya suhu sekitar 5-10℃, anginnya berhembus, aaakk tidakk, dingin banget hanya untuk bela-belain naik ke Calton Hill. Perlindungan jaket, sarung tangan, syal, tapi tetap aja kekuatan angin berhembus, wajah langsung beku. Dasar orang Tropis😢. Sementara itu, kami memperhatikan beberapa Scottish yang habis pulang dinner atau hangout, cuma pake dress atau baju saja tanpa jaket, oh my lord, apakah kulit mereka kulit badak????

Nikmatilah pemandangan kota Edinburgh  yang juga dijuluki Athena di Utara ini, karena  terdapat beberapa bangunan menarik yang menyerupai arsitektur kuil Athena seperti Dugald Stewart Monument dan Nelson Museum, serta bisa pula memanjakan mata dengan biru North Sea dari Calton Hill.
Baris 1. dari kiri ke kanan : Dugald Stewart Monument (sebagai kenangan akan filsuf Scottish bernama Dugald Stewart, monumen ini dibangun mirip dengan arsitektur kuil di Athena) & Obsevatory House dan National Monument (dibangun tahun 1823, tapi kekurangan dana dan diabaikan pada tahun 1826. Monumen ini juga menyerupai kuil di Athena)
Baris 2. dari kiri ke kanan : Nelson Museum dan the Palace of Holyroodhouse
Edinburgh Castle
Mengunjungi Edinburgh Castle adalah sebuah keharusan!
Kastil megah yang terletak di tengah Kota Edinburgh, dekat dengan Castle Rock Hostel, merupakan destinasi wajib dikunjungi wisatawan. Di gerbang depan, kami menyaksikan dua penjaga kastil yaitu pria tinggi besar memakai rok tartan dalam ritual changing guard. 

Penjaga gerbang kastil Edinburgh
Setelah antri dan membeli  tiket £17.00 (sekitar 300,000 rupiah), kita pun berkelana di Kastil Edinburgh. Tiket masuk bisa juga dibeli di https://www.edinburghcastle.gov.uk.
Tiket Masuk Edinburgh Castle
Tapi sayang sekali, di hari itu, hujan turun dengan derasnya, kami tidak bisa terlalu lama berkelana di luar kastil. Para pengunjung pun masuk ke dalam kastil yang diperbolehkan, dan memanjakan mata dengan sejarah Kerajaan Edinburgh sejak pertama kali berdiri, diperebutkan dan direbut kembali antara Scottish-British, kehancuran kastil hingga dibangun kembali, kastil yang bertahan saat perang dunia, lalu Edinburgh Castle juga pernah menjadi penjara bagi ratusan tahanan militan, hingga kini kastil gagah ini menjadi tempat wisata paling populer di Scotland.


Kastil memang selalu terkenal akan sejarah gelap dan atmosfer mistisnya, ditambah lagi Edinburgh yang terkenal akan kota hantu. Demikian pula Edinburgh Castle yang tersohor akan berbagai kisah misteri atas ribuan pembunuhan yang pernah terjadi di dalam  istana sekaligus benteng pertahanan Edinburgh ini. Tapi tidak perlu khawatir, saya sendiri tidak mengalami kisah-kisah menyeramkan atau penampakan kok ketika di Edinburgh Castle.
Untuk anda pecinta  kisah hantu dan memancing adrenalin, Kota Edinburgh adalah pilihan yang tepat. Terutama, kunjungilah Mary Kings Close, salah satu tempat tersembunyi di Old Town yang dulu pernah digunakan untuk 'menampung' orang-orang yang terkena wabah Black Death dan dibiarkan hingga mati di situ.

Harry Potter Tour
Pecinta Harry Potter?? 
Pasti sudah tahu dong bahwa Edinburgh adalah kota lahir penyihir fiksi yang termasyur ini. Anda bisa mengikuti tour Harry Potter atau seperti yang kami lakukan, Free Tour Harry Potter (well, anda bisa memberikan tip di akhir tour). Berkumpullah di Greyfriars Bobby Memorial Statue setiap pukul 3 sore, sebuah monumen anjing bernama Bobby yang dinobatkan sebagai anjing yang setia. 
The Elephant House Cafe. Tempat J.K. Rowling menghabiskan waktu menulis Harry Potter. ((Simpedes BRI melayani hingga Edinburgh😁))
Tour ini seru banget!! Tour guide kami, Richard, sangat  antuasias, penjelasannya pun panjang, humoris dan mengajak kami berinteraksi dengan menggunakan beberapa mantra  Harry Potter that could stop the traffic to cross the street, padahal karena lampunya memang sudah hijau.😄
Dia juga kadang mengajukan pertanyaan, jadi bagi siapa yg bisa menjawab, boleh angkat tangan dan bila benar, asramanya akan mendapat poin. Guess what? Semua orang yang menjawab berasal dari Slytherin. haha.
Kerumunan pecinta free Harry Potter Tour
Kekurangan dari tour gratis ini adalah penjelasan Richard dengan akses Scottish tidak terdengar dengan jelas oleh telinga saya yang tidak bagus menangkap listening section. Ditambah lagi, orang yang ikut tour ini sangat banyak dan memiliki badan tinggi menjulang. 😭
kiri : Greyfriars bobby Memorial Statue. Kanan : our attractive tour guide, Sir Richard, lengkap dengan jubah dan magic wand, Sir Richard menjelaskan mengajak kami keliling ke beberapa lokasi yang menjadi inspirasi J.K. Rowling dan memberi penjelasan.
  
Dari kiri atas searah jarum jam : Sir Richard memberi bekal magic wand biar tournya tambah seru; Nisan William McGonagall, yang menjadi inspirasi nama Prof. McGonagal, wakasek Hogwarts; Nisan Thomas Riddle yang menjadi inspirasi nama asli Voldemort, Tom Riddle; Victoria Street yang menjadi inspirasi Diagon Alley.

The Fetes College
Sekolah swasta ini menjadi inspirasi bangunan sekolah Harry Potter. Super luas!! Saya sangat penasaran dalamnya seperti apa. Sayangnya, sekolah dengan gerbang setinggi 2 meter ini, tidak dibuka untuk umum 😞 Meskipun, kami cukup beruntung ada 4 remaja yang sedang bermain di halaman sekolah dan menyapa kami.
Penasaran! Penasaran! Semoga kelak ada kesempatan untuk tour ke Fetes College.
what a huge college!
Writers Museum
Writer's Museum tersembunyi di balik sebuah gedung lain di depannya, kami harus melewati lorong berukuran setengah meter, kemudian disuguhkan Writer's Museum (free entry). Museum ini didirikan sebagai apresiasi tiga penulis luar biasa dari Scotland yaitu  Robert Burns, Sir Walter Scott and Robert Louis Stevenson.
Writer's museum
Rute perjalanan kami selama di Edinburgh dalam peta. Tidak ada travel pass atau tiket harian yang kami beli, karena semua ditempuh dengan kaki.

Jadi, sudah tahu kan mengapa Edinburgh mampu menaklukkan hati saya?
Jeratan arsitektur klasik yang memikat dipadukan cuaca dingin yang dihangatkan oleh coklat panas Castle Rock Hostel 😍😍😍

Catatan Kecil.
1. Bawa jaket tebal, topi kupluk, sarung tangan, syal, karena Edinburgh beneran dingin dan anginnya kencang. Pokoknya dingin.
2. Kalau sudah lelah banget berjalan kaki, anda bisa menggunakan uber.
3. Thai Orchid!! Restoran terbaik di Edinburgh! Restoran yang terletak beberapa langkah dari Castle Rock, menjadi tempat makan favorit kami. Setiap makan siang/malam, makannya di Thai Orchid. Cita rasa Asia, enak banget serius, dan harga bersahabat. Lebih hemat lagi kalau take away terus makan di ruang makan hostel. Waiting List nya panjang, jadi bisa juga di-take away.
4. Oleh-oleh khas Edinburgh adalah scarf atau olahan kain, yang terbuat bervariasi, ada yang cashmere (mulai harga £40), lambswool (mulai £8 per piece hingga £19) atau campuran keduanya. Jangan lupa untuk membeli motif tartan ya, khas Edinburgh. Satu lagi yang khas adalah bagpipes-nya.
5. Scotland terkenal akan whiskynya. Bagi pecinta whisky, Anda bisa mengunjungi The Scotch Whisky Experience untuk merasakan sensasi minumaan hasil penyulingan ini.
6. Sebelum berkunjung ke UK, kan perlu visa tuh. Cek di sini ya untuk Tips apply Visa UK😇
Terima kasih sobat2 Edinbrahhh aku😘 for your company and laugh.
Baca juga perjalanan berikutnya di London.