Showing posts with label Pelayanan Kemenlu. Show all posts
Showing posts with label Pelayanan Kemenlu. Show all posts

Thursday, 6 June 2019

Berbagi Pengalaman Perpanjang Paspor di Kanim Jakpus

16:05 0 Comments


Saatnya perpanjang paspor!

Biaya: IDR 355,000 (paspor biasa 48 halaman)
Durasi paspor selesai: 3 hari kerja 
Lokasi: Kanim Jakpus 

Karena udah mau expired dalam 2 bulan, paspor pun harus  saya perpanjang. Saya melakukan perpanjangan paspor di Kanim Jakpus bulan April lalu. So, inilah pengalaman saya perpanjang paspor berikut sedikit tips. Semoga bermanfaat!

Step nya secara garis besar.



1. Registrasi dan ambil nomor antrian di www.antrian.imigrasi.go.id -> Antrian Paspor Online/unduh Aplikasi Antrian Paspor Online. Lakukan pengambilan nomor antrian pada hari Jumat di atas pukul 12 siang. Karena, (katanya) antrian di-refresh setiap Jumat siang.
Siapkan paspor ya untuk mengisi biodata.

  • Buat akun terlebih dahulu. Lalu, login ke akun.
  • Isi biodata : nama sesuai paspor, tempat tanggal lahir, dan seterusnya.
  • Pilih perpanjang paspor atau pembuatan paspor baru.
  • Pilih Kantor Imigrasi mana dan jam berapa. 
  • Setelah mendapat nomor antrian, print nomor antrian tersebut di kertas A4. 
Tampilan depan halaman antrian imigrasi


2. Siapkan dokumen

Dokumen yang akan kamu bawa saat hari perjanjian.

  • Print nomor antrian yang ada QR code nya.
  • Paspor lama (kalau mau perpanjang paspor) dan fotokopi ukuran A4
  • KTP dan fotokopi ukuran A4
  • Akta lahir, Kartu keluarga (waktu aku datang ke Kanim, dokumen ini langsung dibalikin aja gitu, gak diapa2in. Cuma ya dulu aku bawa aja buat jaga-jaga
  • BAWA PULPEN HITAM! 
Kalau ketinggalan, bisa sih beli di koperasi Kanim. Kalau ada dokumen yang belum difotokopi, bisa juga difotokopi di koperasi.

3. Datang sesuai appointment untuk wawancara

It's time to go to Kanim! Karena nanti akan ada pengambilan foto, sebaiknya kamu menggunakan baju yang oke dan rapi lah. Buat wanita, make up perlu sih dan bawa buat touch up juga hehe. Buat cowok, sisir yang rapi dan gak kucel. Untuk lima tahun soalnya.😉

  • Datanglah (kalau bisa) sebelum jam antrian kamu. Karena nanti di sana bakal ambil nomor antrian baru lagi. Lebih cepat, lebih baik.
  • Ambil map kuning yang sudah disediakan di resepsionis Kanim.
  • Ambil dan isi formulir. Formulir disediakan di Kanim, kalau terlalu sore formulir sudah habis. Seperti saya, saya harus beli formulir di Koperasi Kanim Jakpus. :(
  • Satukan semua dokumen termasuk formulir di map kuning yang diberikan lalu antri ke front office Kanim. Nanti mereka akan menerima map kuning, memeriksa kelengkapan berkas, scan QR code, dan memberikan nomor antrian ke kamu.
  • Tunggu hingga nomor antrian dipanggil.
Formulir
Nomor antrian yang diberikan petugas setelah QR code saya di-scan


Saya dapat nomor antrian 306 dan pas nyampe baru nomor 207, ada 99 orang dong huhu. Setelah hampir 2 jam menunggu, akhirnya dipanggil. Nyesal gak bawa laptop, banyak kerjaan yang bisa dikerjakan. Dapat nomor antrian pada pukul 15.00, urutanku dipanggil pukul 16.42. Dan di ruang wawancara  gak nyampe 10 menit.

Setelah dipanggil, masuk ke ruang wawancara. Di dalam ruangan, bakal ditanya dikit banget dan pengambilan foto. Prosesnya cepat, sekitar 10 menit. Petugasnya ramah dan masih sempat ngelucu santai. Terima kasih Kanim Jakpus. Gitu dong, harus buktikan bahwa pelayanan pemerintah semakin lama semakin excellent 😊 
Ditambah lagi, setelah pengambilan foto, petugasnya nanya,“Seperti ini?” sambil nunjukin foto saya.  Mau konfirmasi mungkin ya, takut jelek haha. Kalau okey, dengan foto itu yasudah pakai itu. Kalau gak okey, bisa diambil ulang. Puji Tuhan, foto paspor tidak seperti foto buronan kayak paspor sebelumnya hahaha

Setelah wawancara, petugas memberikan  Bukti Pengantar Pembayaran (foto di bawah) untuk dapat melakukan pembayaran paspor melalui MPN G2, langsung ke kas negara. 
Bukti Pengantar Pembayaran


Layanan SIGAP
Sekarang sudah bisa cek status permohonan paspor melalui Sistem Informasi Gateway Paspor (SIGAP) via WA. Mantap banget pokoknya layanan imigrasi sekarang 😊

4. Pengambilan paspor
Selang tiga hari kerja, saya pun ngecek ke SIGAP via WA.  Puji Tuhan, paspor sudah jadi. Cuss langsung jemput ke Kanim di hari itu juga. 
Yang dibawa:

  • Bukti pengantar pembayaran (selembar kertas yang dikasih ama petugas Kanim)
  • Print bukti pembayaran paspor/ bukti transfer

Ambil paspor juga sangat cepat. Datang dan langsung aja menuju mesin antri pengambilan paspor, masukkan nomor permohonan, kemudian print nomor antrian.
Gak pake lama, nomor antrian saya langsung dipanggil dan VOILAAA!!
Welcome paspor baru. Jangan lupa dicek dulu ya data di paspor, jangan sampe ada yang salah...
Paspor baruuu, kamu mau aku bawa kemanaa pertama kali??  😗😍

Catatan kecil:

  1. E-paspor atau paspor biasa? Saya ngambilnya paspor biasa, toh gak bakal sering ke Jepang. Kecuali kalau kamu bakal sering ke Jepang, e-paspor akan sangat menghemat biaya apply visa Jepang.
  2. Kanim untuk ngajuin perpanjangan apakah harus sesuai KTP? Tidak. Bisa di Kanim mana saja selama tersedia jadwal antrian.
  3. Waktu terbaik untuk datang wawancara dan foto adalah sebelum jam 12. Kalau ada sebelum jam 12 siang, pilih itu aja.
  4. Semua dokumen difotokopi di kertas ukuran A4 dan jangan lupa untuk membawa pena hitam dan charger HP. hehe.
  5. Cara pembayaran paspor ke MPN G2 melalui BNI m-banking seperti saya. Pilih Pembayaran -> MPN G2 -> masukkan kode pembayaran.

Tuesday, 19 September 2017

Baca ini sebelum bepergian ke luar negeri : Passport hilang saat travelling?

21:57 6 Comments
Kenapa anda harus membaca postingan ini sebelum bepergian?
karena ini adalah tindakan darurat, yang kalau udah kejadian, anda tidak akan sempat bahkan gak kepikiran untuk browsing2 lagi, biasanya sih karena panik.
Jadi, lebih baik baca sekarang 😇
Baru kali ini main ke KBRI. Ternyata melihat bendera Indonesia berkibar itu feels like home ya :)

Sebelum bepergian,
1. Fotokopi passport dan visa, lalu simpan di tas yang berbeda dengan passport asli dan berikan juga kpd teman perjalanan anda utk disimpankan.
2. Scan passport dan visa lalu kirim ke email sendiri dan org kepercayaan (orang tua atau teman dekat), baik yg ikut trip ataupun enggak.
3. Kartu kredit/debit dan uang dibagi ke semua anggota trip. Jadi kalau satu kehilangan, masih ada back up plan.

Bagaimana kalau passport hilang saat travelling ke luar negeri?

Berdasarkan pengalaman pribadi (huhu), saat saya dan kedua orang tua sedang Europe Trip. Wes, trip hemat, tour guide-nya anak sendiri haha.
Panjang cerita, saat itu kami udah di dalam kereta Thalys, stasiun Amsterdam Centraal hendak menuju Paris. Lima menit sebelum berangkat, kami sadar kalau tas bapak saya sudah tidak di tempat semula, tas itu berisi passport dan uang.
Panik! Nah itu yang terjadi! Saya dan kedua orang tua mulai panik, mencari-cari.
Wah kalau diingat lagi rasanya jantung saya gak karuan deh 😕
Tiga menit sebelum berangkat saya ajak kedua orang tua saya turun dari Thalys utk ke Kantor Polisi terdekat,
"Ayok turun, gak ada gunanya kita ke Paris tanpa passport"
Puji Tuhan, petugas Thalys yang saya datangin, dengan ramah dan tenang (mungkin karena dia ngeliat gue pucet ya) mengantarkan kami ke Kantor Polisi Amsterdam Centraal.
Sesampainya di kantor polisi, saya berusaha menenangkan diri dan orang tua. Sebagai anak, saya merasa bersalah, karena ketika kejadian, saya kesal "kenapa sihh tas nya gak dijaga dengan baik"
Jahat banget ya saya.. :'( Maafkeun...
Tapi, karena melihat org tua yang juga panik, akhirnya saya berusaha tenang dan bilang pasti ada jalan keluarnya. Saya cuma takut, kalau orang tua saya tiba2 sakit karena stress ya kan, malahan makin susaaah hahaha.
Sudah sudah, tidak ada yang perlu disalahkan. Saya bertanggung jawab akan orang tua saya, syukurlah kepada Telkoms*l yang senantiasa mengirimkan sms nomor KBRI setiap kali saya mendarat di suatu negara 😂
Saya langsung ke kantor polisi, telepon  KBRI di Belanda, bikin janji temu yang letaknya di Den Haag alias 1 jam lebih dari Amsterdam Centraal. Semua begitu cepat.
Segitu aja ya ceritanya.

4 Langkah Penting saat passport hilang di luar negeri.
1. Jangan panik terlalu lama.
Boleh panik, ya boleh namanya juga shock. Setelah itu langsung tenangkan diri, karena kepanikan tidak akan menyelesaikan masalah, malah entar jadi sakit 😟
2. Lapor ke kantor polisi
Segera pergi ke kantor polisi terdekat untuk membuat surat keterangan hilang. Syukurlah kantor polisi terdekat cuma jalan kaki doang, masih di dalam Stasiun Amsterdam Centraal.
Jelaskan pada petugas, persisnya kejadian seperti apa dan barang apa2 saja yang hilang, passport, ATM, kartu NPWP, KTP, uang sejumlah berapa banyak dll, secara detail.
Surat keterangan polisi dalam bahasa Belanda. Btw, setelah kembali ke Indonesia dan urus KTP yang hilang, petugas Dukcapil bingung karena Surat Keterangan Hilang-nya dalam bahasa Belanda hahaha.

3. Telepon KBRI
Syukurnya, setiap kali sampai di suatu negara baru, Telkoms*l mengirimkan SMS pemberitahuan, dengan bunyi,
"Pelanggan yang terhormat, selamat datang di Belanda. Apabila memerlukan bantuan, hotline KBRI Belanda  di +31651 xxxxx Tobias Asserlaan 8, 2517 KC Den Haag, Belanda"
Kira-kira seperti itu, saya tidak sempat men-screenshoot. Biasanya saya abaikan. Hal ini saja baru teringat ketika di kantor polisi, my head keep thinking WHAT SHOULD I DO KNOW?. Lalu saya membuka sms Telkoms*l kembali. Terima kasih. Dan syukurlah, saya menggunakan kartu pasca bayar, jadi bisa suka-suka hati nelpon tanpa takut habis pulsa. (bukan proomosi) 😝

Telepon dan menjelaskan pada KBRI, apa yang terjadi dan buat janji temu untuk membuatkan SPLP.
Puji Tuhan dan terima kasih sekali utk KBRI Belanda di Den Haag, kalau saya ingat semua kebaikan mereka, omg 😹 (akan kujelaskan di catatan kecil di bawah)
Syarat membuat SPLP hanyalah : passphoto 4x6 yang bisa langsung foto di photobooth stasiun.
Akhirnya, kami pun memesan tiket kereta ke KBRI di Belanda dan berbekal tanya sana sini sampailah di Den Haag, dengan perjalanan 1 jam lebih.
Untuk mempercepat proses, petugas KBRI menanyakan nama, TTL dan alamat di Indonesia.
Aku anaknya fakir wifi. Ketika dapat wifi yang ada di Amsterdam Centraal, cari rute lalu screenshoot.

4. Buat SPLP (Surat Perjalanan Laksana Passport)
Voila, setelah membayar biaya dokumen sebesar 5 euro dan menerima kwitansi, akhirnya bisa mendapatkan SPLP yang menjadi travel document, bukti identitas sementara yang harus dibawa. Travel document ini disarankan dipakai hanya untuk pulang ke Indonesia.
Halaman pertama SPLP

Halaman dalam SPLP. Catat nomor registrasi SPLP. Saya pun langsung foto SPLP dan kirim ke e-mail untuk mitigasi risiko.
Apakah SPLP bisa dipakai untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain?
Tidak. SPLP  disarankan hanya dipakai untuk pulang balik ke Indonesia.
Karena itu, pemegang passport menuliskan pernyataan bahwa tidak akan menggunakan SPLP utk melanjutkan perjalanan di negara lain di Eropa. Apabila terjadi hal-hal akibat menggunakan SPLP untuk melanjutkan perjalanan di Eropa, maka pihak KBRI tidak bertanggung jawab, karena itu di luar kendali mereka.

Catatan kecil tentang betapa luar biasanya pelayanan petugas Kementerian Luar Negeri (KBRI di Den Haag).
Hari kehilangan passport adalah hari Sabtu, tapi Pak Norman (pegawai KBRI) bersedia meluangkan waktu untuk datang ke kantor bantuin kita bikin SPLP.
Tidak hanya itu, karena mamake sedih banget dan kaget karena insiden ini, petugas KBRI nya dengan tenang  ngajak orang tua saya ngobrol santai dan lucu serta nawarin teh manis hangat. Akhirnya suasana cair, SPLP sudah selesai dan orang tua pun sudah tenang. Luar biasa lah pokoknya!!!
Isi kuisioner pelayanan langsung bintang lima.
Dan di hari itu, beruntungnya Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja, Duta Besar Indonesia di Belanda,  lagi ada di tempat karena ada acara di KBRI, jadinya kita foto bareng deh. Bapak dan Mamak juga senang, karena bisa bertemu Duta Besar.
Sudah bisa tersenyum kucel hahaha karena SPLP sudah jadi~
Tidak hanya sampai di situ, ternyata lagi ada acara di KBRI. Dan sedang ada keluarga batak lain, pegawai Kemenlu, yang berlibur ke Belanda lagi main ke kantor, ditambah lagi ternyata anak petugas imigrasi di KBRI nya adalah teman SMP aku, what a small world. Bisa kebayang kan ending-nya semua pada ngobrol hahahihi. Orang tua pun sudah sangat sangat sangat kembali ke fase kebahagiaan awal karena ngobrol dengan banyak orang Indonesia. <---- penting banget untuk ditulis.
Cheeseee~

Happy Travelling!
.
.
Saya bersyukur punya pengalaman seperti ini di tempat dan waktu yang tepat. Jadinya menambah kenalan dan pengalaman untuk ditulis di blog. Meskipun begitu, saya tidak mau ini terulang kembali 😂