Tapi apa daya, aku bukan pengusaha bulu mata, hanya pegawai biasa~
So, teman-teman, ini dia tips hemat saat travelling ke Eropa ala golongan II,
hasil dari kumpulan IG story akuh~
1. Tentukan standard dan prioritas!
Hemat bukan pelit, tapi menyesuaikan standard dan prioritas. (#hazeek) |
3. Cek berbagai macam pilihan transportasi
Bus, kereta, pesawat, all in one application, aplikasi ini akan membandingkan pilihan transportasi termurah atau tercepat seperti Skyscanner.
Aku pernah dapat Megabus seharga 1 pounds (sekitar IDR 20,000) dari Paris ke Brussel.
4. Makan tetap tiga kali sehari
Kalau boleh, bawa indomie, pop mie atau mie gelas. Di saat genting, bisa tinggal diseduh. Tapi, bukan berarti kamu gak menikmati makan enak, boleh kok sekali dua kali fancy dinner. Tergantung dirimuh~
Hostel adalah tempat tinggal bersama, satu kamar bisa terdapat 8 beds, 10 beds, dst. sehingga kamu hanya sewa satu bed dan satu locker saja. Fasilitas seperti dapur dan kamar mandi adalah fasilitas bersama.
Ada yang female dorm atau mixed dorm, pilih sesuai kebutuhan dan kenyamanan aja.
Waktu ke Amsterdam, aku travelling berdua ama temen cewek, kami lebih memilih female dorm, meskipun jatuhnya lebih mahal daripada mixed dorm, tapi lebih hemat dan kami merasa aman.
Pernah juga nyobain mixed dorm di London karna waktu itu travelling bareng teman2 cowok, nyaman-nyaman aja. Ya, cuma jadi biasalah lihat kakak2 bule pake handuk mondar mandir kamar mandi atau cowok pakai kancut doang, belum lagi dapat zonk sekamar ama tukang ngorok. hiks.
Airbnb adalah persewaan kamar atau tempat tinggal. Kalau lebih dari 4 orang, coba cek airbnb, terkadang harga sewa apartemen airbnb lebih murah dibanding bayar sewa bed di hostel.
Selain itu, pilihan lain adalah numpang nginap di tempatnya teman-teman Perhimpunan Pelajar Indonesia. Caranya tinggal komen di facebook PPI di negara tersebut atau IG PPI nya dan bertanya adakah yang mau memberikan tumpangan dari tanggal xxx sampai xxx.
6. Beli travel pass
Jadi, didata dulu aja mau bawa oleh-oleh secara prioritas.
Contoh.
1. Orang tua
2. Teman kos dan rekan kantor.
Oleh-olehnya tidak harus personal kan, bisa beliin coklat sebungkus isinya macam-macam 😁
Nah..inilah sebabnya saya tidak pernah minta
oleh-oleh dari teman-teman yg melakukan perjalanan, karena saya tidak mau memberatkan
mereka baik dari segi finansial maupun bagasi.
Kalaupun terpaksa ingin menitip beliin barang, mbok ya, barang titipannya yang seukuran genggaman tanganlah, jangan gede banget. Kasian temannya haha.
No comments:
Post a Comment